GHON Membidik 945 Penyewaan Menara Tahun Ini

PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk masih berupaya memenuhi target 945 penyewaan menara telekomunikasi alias base transceiver station

GHON Membidik 945 Penyewaan Menara Tahun Ini
kontan.co.id
PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk masih berupaya memenuhi target 945 penyewaan menara telekomunikasi alias base transceiver station (BTS) sepanjang 2019. Saat ini, mereka telah memenuhi sebanyak 900 penyewaan BTS.

Di sisi lain, Gihon menargetkan kepemilikan 645 menara telekomunikasi build-to-suit (B2S) dan 300 kolokasi. Pada awal tahun 2019, perusahaan berkode saham GHON di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut memiliki 556 menara B2S dan 289 kolokasi.

Baca: Dosen IPB Berencana Lempar Bom di Roxy: Gagalkan Pelantikan Jokowi

Dengan konsep B2S, Gihon baru membangun menara telekomunikasi berdasarkan permintaan operator telekomunikasi sebagai pelanggan. Adapun kolokasi adalah layanan yang memungkinkan operator telekomunikasi menyewa menara yang sudah dimiliki oleh Gihon.

Dengan catatan sejauh ini, artinya Gihon masih harus mengejar 45 penyewaan lagi. "Yang pasti, permintaan menara B2S berasal dari Indosat dan XL Axiata, sementara kolokasi dari Indosat dan Hutchison 3 Indonesia," kata Rudolf Parningotan Nainggolan, Direktur Utama PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk, usai rapat umum pemegang saham (RUPS), Selasa (8/10).

Baca: Novel Baswedan-Miryam Bersitegang di Persidangan

Jika seluruh target tadi terpenuhi, setidaknya Gihon bisa mempertahankan rasio penyewaan alias tenancy ratio di atas 1,40 pada 2019. Area Jawa masih menyumbang kolokasi hingga 70%. Sisanya kolokasi luar Jawa.

Melalui kolokasi, GHON berharap bisa menggenjot efisiensi dalam pengelolaan menara. Kolokasi lebih memanfaatkan menara yang sudah ada dan menyerap biaya perawatan lebih kecil ketimbang membangun menara baru.

Hingga kini, Gihon masih memegang target kinerja yang sudah dicanangkan. "Target pendapatan tumbuh 15% pasti tercapai," klaim Rudolf.

Sepanjang 2018, GHON meraih pendapatan Rp 108,69 miliar atau naik 16,61% year on year (yoy). Ini berarti target pendapatan 2019 setara dengan Rp 124,99 miliar.

Hingga Juni 2019, GHON meraih pertumbuhan pendapatan 9,25% yoy menjadi Rp 56,09 miliar. Pendapatan terbesar dari penyewaan menara telekomunikasi kepada PT XL Axiata Tbk (lihat tabel).

Tahun ini, Gihon mengalokasikan dana belanja modal Rp 150 miliar. (Harry Muthahhari)

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved