Kerusuhan Papua

Fakta Investigasi Veronica Koman: Tiap Hari Diancam Dibunuh hingga jadi Target Distorsi Informasi

Hasil investigasi selama 2 bulan yakni, ditemukan keberadaan jaringan bot, info hoaks dalam menyebarkan propaganda propemerintah soal isu Papua.

Fakta Investigasi Veronica Koman: Tiap Hari Diancam Dibunuh hingga jadi Target Distorsi Informasi
ABC.net.au / ABC TV: THE WORLD
Veronica Koman dalam wawancara dengan ABC, pada Kamis (3/10/2019) malam 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Fakta investigasi Veronica Koman selama dua bulan terkait isu Papua.

Isu Papua menarik perhatian dari media BBC dan Australian Strategic Policy Institute (ASPI). Bahkan BBC dan ASPI melakukan investigasi gabungan terkait isu Papua. 

Hasil investigasi yang dilakukan selama 2 bulan yakni, ditemukan keberadaan jaringan bot dan informasi palsu dalam menyebarkan propaganda propemerintah mengenai isu Papua. 

Demikian dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (9/10/2019).

Investigasi BBC juga menemukan fakta bahwa Veronica Koman, pengacara hak asasi manusia, menjadi salah satu target penyebaran distorsi informasi terkait Papua.

Selain distorsi informasi, Veronica juga menerima ancaman pembunuhan dan perkosaan.

"Sering sekali dapat ancaman perkosaan dan pembunuhan, setiap hari. Setiap hari bukan cuma satu, banyak banget. Di Twitter, FB dan Inbox," kata Veronika Koman.

Veronica Koman kini masih menyandang status tersangka terkait sejumlah cuitannya terkait kasus rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, pertengahan Agustus lalu.

Dari pasal-pasal yang disangkakan Veronica Koman pun diancam hukuman hingga enam tahun penjara.

Meski demikian, Veronica Koman tetap menggunakan akun Twitternya dari Sydney, Australia, untuk menyebarkan informasi tentang Papua.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved