APLN Akan Melepas 4 Miliar Saham Baru

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) tengah memproses rencana penawaran umum terbatas (PUT) I. Emiten properti ini juga mengubah

APLN Akan Melepas 4 Miliar Saham Baru
kontan.co.id
Ilustrasi properti PT Agung Podomoro Land Tbk 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) tengah memproses rencana penawaran umum terbatas (PUT) I. Emiten properti ini juga mengubah jumlah emisi yang bakal diterbitkan.

Baca: Dosen IPB Berencana Lempar Bom di Roxy: Gagalkan Pelantikan Jokowi

Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (8/10), perusahaan ini berencana menerbitkan 4 miliar saham baru. Adapun harga nominalnya sebesar Rp 100 per saham.

Sementara, dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 27 September lalu, APLN menyebut bakal melepas 5 miliar saham dengan nilai nominal yang sama.

Manajemen APLN mengungkapkan, jumlah saham yang akan diterbitkan memang masih bisa berubah. Ini tergantung dengan keperluan dana dan harga saat pelaksanaan penawaran umum.

Baca: Novel Baswedan-Miryam Bersitegang di Persidangan

APLN baru bakal mengumumkan kepastian jumlah saham yang diterbitkan pada 14 Oktober nanti. Sedangkan, harga pelaksanaan aksi korporasi tersebut bakal ditetapkan berbarengan dengan penyelenggaraan RUPSLB pada 5 November.

Analis Profindo Sekuritas Dimas Wahyu Putra Pratama menilai, PUT I atau rights issue yang bakal dilakukan APLN menarik. Dia memprediksi, harga pelaksanaannya nanti dipatok pada level Rp 220 per saham.

Proyeksi tersebut mengacu pada rata-rata harga 90 hari terakhir. Di level tersebut, price to book value (PBV) saham APLN sekitar 0,35 kali. "Seharusnya bagus, valuasi saat ini sangat murah," ujar Dimas, Selasqa (8/10).

Baca: Pimpinan MPR Bagi-bagi Tugas

Seperti diketahui, APLN bakal menggunakan dana hasil rights issue tersebut untuk membayar kewajiban kepada kreditur. Sebagian lagi akan digunakan untuk memenuhi modal kerja.

Sebelumnya, APLN bersama PT Indofica dan Trihatma Kusuma Halim menandatangani perjanjian pengambilalihan saham baru. Keduanya memberikan tanda jadi masing-masing senilai Rp 769,33 miliar dan Rp 30,66 miliar untuk mengambil saham baru tersebut. Uang muka ini digunakan untuk membayar kewajibannya kepada kreditur. (Benedicta Alvinta Prima)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved