Novel Baswedan-Miryam Bersitegang di Persidangan

Sidang kasus korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik (e-KTP) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (9/10/2019), diwarna adu pernyataan

Novel Baswedan-Miryam Bersitegang di Persidangan
Istimewa
novel-baswedan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sidang kasus korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik (e-KTP) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (9/10/2019), diwarna adu pernyataan dan bersitegang antara mantan anggota DPR RI Miryam S Hariyani dan penyidik KPK Novel Baswedan.

Kejadian itu terjadi saat keduanya dihadirkan sebagai saksi dalam kasus merintangi proses pemeriksaan Miryam S Haryani dan terdakwa Sugiharto di persidangan, dengan terdakwa mantan anggota DPR RI, Markus Nari. Selain Miryam dan Novel, jaksa KPK Ariawan Agustriantono juga dihadirkan sebagai saksi.

Baca: Pimpinan MPR Bagi-bagi Tugas

Bersitegang berawal saat Miryam mengaku dirinya ditekan penyidik saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto. Pemeriksaan terjadi pada Desember 2019.

Menurutnya, salah satu penyidik KPK yang menekan dirinya saat itu adalah Novel. "Ada penekanan terhadap diri saya, sejak awal oleh Pak Novel. Saya sudah terangkan waktu itu di pengadilan saat bersaksi," ujar Miryam.

Novel yang mendapat kesempatan memberikan keterangan langsung membantah pengakuan Miryam itu.

Menurut Novel, penyidik yang sering memeriksa Miryam saat penyidikan kasus e-KTP di kantor KPK adalah Irwan Susanto. Dan dirinya baru memeriksa Miryam pada pemeriksaan kali keempat dan itu karena permintaan dari Miryam sendiri.

Novel menyampaikan, pada saat pemeriksaan keempat, ia dipanggil oleh rekannya karena Miryam ingin bertemu. Rekannya sesama penyidik juga menyampaikan bahwa Miryam mampu menyampaikan keterangan apa adanya dan terbuka. Miryam pun menyampaikan banyak hal secara rinci terkait kasus e-KTP saat itu.

"Di tengah penyidikan, Miryam ingin bertemu saya. Di pemeriksaan keempat, saya menanyakan fokus mengenai uang (aliran korupsi KTP-elektronik,-red)" kata Novel.

Lantas, Miryam membantah hal itu. Menurutnya, sejak pemeriksaan awal Novel telah memeriksa dirinya. "Jangan diputarbalikkan Pak Novel," kata Miryam kepada Novel yang duduk di sampingnya.

Baca: UEA vs Indonesia: Misi Berat Garuda

Menurut Miryam, adalah tidak mungkin dirinya selaku pihak terperiksa bisa meminta nama penyidik yang melakukan pemeriksaan kepadanya. "Saya tidak pernah panggil Pak Novel, di penyidikan itu, apa kapasitas saya? Kan KPK yang memanggil saya sebagai saksi, terus ujug-ujug, saya mau cari Pak Novel dong. Hello.., apa kapasitas saya?" ucap Miryam.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved