Berita Boltim

Dinkes Boltim Hentikan Peredaran Obat Ranitidin di 8 Puskesmas, Bisa Memicu Kanker

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Timur, menghentikan peredaran Ranitidin kapsul maupun injeksi di delapan puskesmas

Dinkes Boltim Hentikan Peredaran Obat Ranitidin di 8 Puskesmas, Bisa Memicu Kanker
TRIBUN MANADO/VENDI LERA
Eko Marsidi 

Dinkes Boltim Hentikan Peredaran Obat Ranitidin di 8 Puskesmas, Bisa Memicu Kanker

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Timur, menghentikan peredaran Ranitidin kapsul maupun injeksi di delapan puskesmas.

Pemberhentian peredaraan ini berdasarkan Surat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) nomor T-PW.01.13.35.351.09.19.3510, terkait larangan menggunakan obat jenis Ranitidin.

Kata Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi, kapsul ranitidin diberikan kepada penderita maag. Sebab cemaran Nitrosodimethylamine (NDMA) berpotensi kanker.

"Setelah saya mendapat surat tersebut, langsung perintahkan untuk stop pengunaannya di setiap puskesmas," ujar Eko Marsidi, Rabu (9/10/2019).

Bukan hanya penarikan dari puskesmas, namun pembatalan orderan untuk obat Ranitidin yang sebelumnya telah dilakukan pemesanan.

Kepala UPTD Puskesmas Motongkad, Helmi Lasama mengatakan, berdasarkan instruksi pihaknya tidak lagi menggunakan ranitidin kapsul maupun injeksi dalam pelayanan kesehatan.

POPULER

> Ketua Fraksi NasDem Ngamuk dan Banting Meja setelah Rapat Pembentukan AKD

> Ahok Gusur Kampung Akuarium, Kini Malah Akan Dibangun Rumah Lapis oleh Anies

> Penderita Hipertensi dan Diabetes Jangan Tidur Kurang dari 6 Jam, Akibatnya Fatal

"Kita tidak lagi gunakan obat Ranitidin," ujar Helmi Lasama.

Meskipun ranitidin tidak lagi digunakan, namun masyarakat tidak perlu khawatir lantaran pihaknya memiliki jenis obat lain untuk penderita maag.

Halaman
12
Penulis: Vendi Lera
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved