Berita Manado

Pekerja di TPA Mengeluh atas Pemotongan Gaji

Pekerja di TPA Sumompo, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, mengeluh atas pemotongan gaji oleh DLH.

Pekerja di TPA Mengeluh atas Pemotongan Gaji
TRIBUN MANADO/ADE PAMUNGKAS
Pekerja di TPA Mengeluh atas Pemotongan Gaji 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pekerja di TPA Sumompo, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, mengeluh atas pemotongan gaji oleh DLH.

Hal itu disampaikan oleh salah satu warga yang tinggal di sekitaran TPA tersebut, Maria Gosal pada pukul 10.00 Wita, Selasa (08/10/2019)

Ia mengatakan bahwa para pekerja disini sering mengeluh atas pemotongan gaji oleh DLH.

Menurut keterangan salah satu penyapu sampah di TPA tersebut, ia bekerja sebulan penuh tetapi hanya diupah untuk 15 hari bekerja.

Jika dihitung, ia seharusnya diupah Rp.​ 100.000 per hari jadi sebulan ia bisa mendapat 3.100.000.

Tapi karena dipotong ia hanya dapat 1.500.000 untuk bekerja sebulan penuh.

Pekerja di TPA Mengeluh atas Pemotongan Gaji
Pekerja di TPA Mengeluh atas Pemotongan Gaji (TRIBUN MANADO/ADE PAMUNGKAS)

"Hal itu mulai diterapkan mulai bulan ini, alasannya karena tidak ada dana lagi," ungkap Pemuling tersebut mengeluh.

Penyapu itu sambil menenteng sapunya mengeluh,​ upah segitu menurutnya tidak cukup untuk biaya hidup sebulan.

Karena selain untuk biaya hidup sehari hari,​ ia juga harus menyekolahkan anaknya.

Maria mengatakan, pekerja disini kalau membersihkan jalanan bisa sampai jauh.

Halaman
12
Penulis: Ade Pamungkas
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved