Aliran Sesat

HEBOH, Warga Gerebek Diduga Tempat Penyebaran Aliran Sesat dan Lokasi Perbuatan Asusila Antar Jamaah

Bahkan, warga yang berada di luar berulang kali berteriak "Usir saja, alirannya itu sesat."

HEBOH, Warga Gerebek Diduga Tempat Penyebaran Aliran Sesat dan Lokasi Perbuatan Asusila Antar Jamaah
Youtube
Aliran Sesat - Ilustrasi (gambar ini tidak seperti pada topik artikel) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Gerebek Diduga Tempat Penyebaran Aliran Sesat dan Lokasi Perbuatan Asusila Antar Jamaah.

Diduga menyebarkan aliran sesat yang tidak sesuai dengan Islam, ratusan warga RT 31 dan RT 33 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Gunung Manggah meminta klarifikasi dari anggota kelompok yang diduga aliran sesat.

Pertemuan tersebut dilakukan di Langgar Ahada yang dihadiri masyarakat, pihak Kelurahan Sungai Dama, Polri dan TNI.

Selain memenuhi ruangan Langgar, masyarakat juga tampak memenuhi bagian luar.

Bahkan, warga yang berada di luar berulang kali berteriak "Usir saja, alirannya itu sesat."

DIDUGA SESAT - Ratusan warga RT 31 dan RT 33 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Gunung Manggah meminta klarifikasi dari anggota kelompok yang diduga dianggap sesat, Minggu (6/10/2019).
DIDUGA SESAT - Ratusan warga RT 31 dan RT 33 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Gunung Manggah meminta klarifikasi dari anggota kelompok yang diduga dianggap sesat, Minggu (6/10/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

Keriuhan semakin terjadi ketika beberapa anggota jamaah keluar dari langgar.

Pertemuan tersebut dilaksanakan Minggu (6/10/2019) pagi tadi sekitar pukul 10.00 dan baru selesai sekitar pukul 18.00 Wita.

Dari informasi yang didapatkan, jamaah kelompok yang bernama Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah jumlahnya ada puluhan, dan selalu menyampaikan ajarannya secara berpindah-pindah.

Baca: Ini yang Dialami Teuku Wisnu, hingga Membuat Shireen Sungkar Kira Suaminya Terjerumus Aliran Sesat

Kelompok ini telah ada sejak setahunan terakhir di lingkungan warga Gunung Manggah.

Farul Hadi (22) warga sekitar, sekaligus pengurus ikatan remaja langgar (Irla) Ahada menjelaskan, perilaku kelompok tersebut membuat warga curiga ada yang tidak beres dari ajaran yang disampaikan.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved