Sains

BPOM Tarik 5 Produk Ranitidin, Obat Apa Itu? Ini Penjelasan Ahli dan Alternatifnya

Kabar ini menimbulkan kebingungan di antara masyarakat yang menggunakan ranitidin di dalam terapi pengobatannya

BPOM Tarik 5 Produk Ranitidin, Obat Apa Itu? Ini Penjelasan Ahli dan Alternatifnya
Thinkstock
Ilustrasi obat-obatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) menarik peredaran lima produk ranitidin di pasar dan instansi pelayanan kesehatan Indonesia.

Hal ini karena obat ini terdeteksi mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA) resmi diperintahkan oleh

Kabar ini menimbulkan kebingungan di antara masyarakat yang menggunakan ranitidin di dalam terapi pengobatannya, tetapi juga masyarakat yang tidak pernah menggunakannya.

Banyak yang bertanya, ranitidin obat apa?

Untuk mengetahui obat apa sebenarnya ranitidin tersebut, Kompas.com menghubungi Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit, FKUI, Dr Nafrialdi.

Dokter yang akrab disapa Aldi ini menjelaskan bahwa ranitidin merupakan obat yang digunakan untuk menekan produksi asam lambung.

Baca: 7 Manfaat Kunyit yang Diakui Dunia Barat, Bisa Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit

Baca: 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan

Baca: 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh

"Fungsi utama ranitidin ialah untuk mengurangi produksi asam lambung. Obat yang mengandung ranitidin biasanya digunakan untuk mengobati sakit maag," kata Aldi, Senin (7/10/2019).

Ranitidin pada umumnya dibuat berbentuk tablet, injeksi dan juga sirup untuk anak.

Dalam semua bentuknya, ranitidin dijual secara bebas di pasaran.

"Semestinya (membeli ranitidin) harus pakai resep (dari) dokter. Tapi di negeri kita banyak jenis obat yang bisa dibeli tanpa resep, termasuk ranitidin ini," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved