Berita Bitung

2 dari 23 Jenis Monyet di Dunia Ada di Kota Ini

Wali kota Bitung Max J Lomban menjelaskan banyak hal terkait satwa endemik sebagai pesona flora dan fauna, di hutan Tangkoko Kota Bitung.

2 dari 23 Jenis Monyet di Dunia Ada di Kota Ini
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
2 dari 23 Jenis Monyet di Dunia Ada di Kota Ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wali kota Bitung Max J Lomban menjelaskan banyak hal terkait satwa endemik sebagai pesona flora dan fauna, di hutan Tangkoko Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Ini disampaikannya di Pelabuhan Bitung di sela gelaran Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2019.

Lomban mengaku berkomitmen nyata untuk itu dengan membentuk Satuan Tugas Pemberantasan (Satgas) guna menangani berbagai polemik yang terjadi terkait menjaga satwa yang dilindungi tersebut.

"Tuhan hanya menciptakan 23 jenis monyet di dunia, 11 ada di Indonesia, 7 di Pulau Sulawesi, 2 ada di Hutan Tangkoko, Kota Bitung.

"Monyet hitam sulawesi yang kita sebut dengan macaca nigra (yaki) dan yang kedua tarsius" ucap Max J Lomban di Pelabuhan Bitung Selasa (09/10/2019).

Menurut Lomban, dua habitat monyet tersebut meskipun sempat pergi ke lain tempat dengan jarak 20-30 km jauhnya, namun hutan Tangkoko dinilai tempat yang paling aman bagi kedua habitat tersebut.

2 dari 23 Jenis Monyet di Dunia Ada di Kota Ini
2 dari 23 Jenis Monyet di Dunia Ada di Kota Ini (TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE)

Satwa endemik merupakan aset yang dapat dimanfaatkan sebagai destinasi bagi Kota Bitung sendiri hingga dijadikan ikon untuk City branding Kota Bitung.

Alasannya, antaranya karena memang dinilai orisinil, satwa tersebut betul-betul endemik (hewan tersebut hanya ada di Indonesia, khususnya di Hutan Tangkoko Sulawesi Utara dan tidak ditemukan di tempat lain).

Alasan kedua satwa endemik dijadikan city branding ialah, guna manfaat edukasi kepada masyarakat agar mereka berbangga memiliki satwa endemik sehingga terciptanya rasa untuk melindungi satwa tersebut, jadi bukan sembarang satwa namun betul-betul spesifik.

Bitung memiliki pelabuhan dikarenakan titik letak yang strategis adanya entry dan exit perdagangan satwa ilegal baik dari Kota Bitung sendiri ataupun dari Kabupaten Kota lainnya.

Halaman
123
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved