News

FGD D*LIGHT Institute dan Yayasan Leno, Bennie: Hopeless, R-KUHP Sudah Rusak di Dasarnya

Mengapa R-KUHP tak pernah mencapai rumusan yang benar dan final? Walau sudah diperjuangkan Pemerintah dan DPR sekian lama.

FGD D*LIGHT Institute dan Yayasan Leno, Bennie: Hopeless, R-KUHP Sudah Rusak di Dasarnya
Istimewa
FGD D*LIGHT Institute dan Yayasan Leno, Bennie: Hopeless, R-KUHP Sudah Rusak di Dasarnya 

Bennie sendiri menjawab tegas, karena "kebuntuan ini sesungguhnya sudah terjadi di dasar, bukan di hal teknis hukum pidana itu sendiri! "

Bennie menyinggung justru pasal-pasal yang sudah puluhan tahun, bahkan sudah enam presiden, dengan biaya sekitar 1 trilyun untuk dikirim ke luar negeri utk studi banding. Puluhan profesor! Bukan anggata DPR yang biasa melancong itu. Ingat pernah ada dua profesor berantem di TV, karena ketersinggungan soal ironis ini.

"Sudah kelihatan, profesor-profesor pun sudah ada yg mati, tapi tugas ini jauh dari selesai," lanjut Bennie.

Pasal-pasal yang lain2 dapat dibereskan dengan gampang, apalagi sekedar hewan ayam terlepas dan masuk pekarangan orang. Persoalan lebih mendasar adalah tentang "mengapa tidak pernah bisa mereka mencapai rumusan yang bisa diterima oleh sekedar akal sehat apalagi keadilan."

Mengapa itu sulit dicapai sebuah rumusan, Bennie melanjutkan dengan menganalisis pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly, sewaktu demo-demo mahasiswa yang marak saat rancangan ini berusaha diundangkan di akhir masa legislator periode 2014 - 2019 ini berakhir (Oktober ini). Menteri mengatakan bahwa hendak membuat koreksi total pasal-pasal yang berpotensi kriminal seperti tentang zinah. Dikhawatirkan ada kriminalisasi.

Menurut Bennie, pernyataan ini sebenarnya mengungkapkan bahwa pemerintah nampak sudah keasyikan dgn kata2 seperti ini, tapi masyarakat termasuk para politisi tak bisa lagi melihat masalah di balik kata2 itu.

Ini menyangkut hukum pidana dan itu menyangkut kehidupan kita semua warga sehari-hari.

Apa bagaimana implementasi dan implikasinya?

Para ahli hukum sedunia masih memperdebatkan tentang apa yg disebut menghukum tingkah laku manusia. Mungkinkah, haruskah, bolehkah, dan atas dasar apa itu diberlakukan.

"Pernyataan Laoly bahwa beberapa pasal itu kemungkinan berpotensi menjadi kriminalisasi, itu memang kedengaran indah. Padahal memang demikian adanya bahwa masuk di pidana ya jelas kriminal."

Halaman
1234
Penulis: Reporter Online
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved