Sains

Zona Kematian Menuju Puncak Everest, Kenapa Banyak Pendaki Tewas Saat Berada di Situ?

Area terakhir ini dikenal dengan sebutan the death zone atau zona kematian, sebelum menginjakkan kaki di puncak tertinggi di dunia

Zona Kematian Menuju Puncak Everest, Kenapa Banyak Pendaki Tewas Saat Berada di Situ?
outsideonline.com
Sebagai gunung dengan puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest menjadi "kiblat" para pendaki gunung.  

Laporan BBC pada Oktober 2015 menyebutkan, setidaknya lebih dari 200 jenazah manusia telah ditemukan di dekat puncak Everest.

Namun, kenapa terjebak antrean di Everest bisa menyebabkan kematian?

Dilansir Science Alert (29/5/2019), tubuh manusia tidak bisa "berfungsi" dengan baik jika berada di ketinggian tertentu.

Tempat paling ideal bagi manusia adalah di atas permukaan laut karena otak dan paru-paru kita cukup mendapat oksigen.

Sebaliknya, ketika pendaki terjebak di jalur zona kematian yang ada ribuan meter di atas permukaan air laut, otak dan paru-paru tidak mendapatkan cukup asupan oksigen.

Situasi seperti ini dapat mengakibatkan risiko serangan jantung dan stroke, serta menurunkan konsentrasi.

Seorang pendaki bernama David Breashers membenarkan hal ini.

Menurut dia, pendaki Everest akan mengalami kesulitan bernapas begitu sampai di zona kematian.

Tak usah jauh-jauh ke puncak Everest.

Bayangkan saja jika Anda berada di puncak gunung dengan ketinggian di atas 3.000 meter, pasti juga akan sulit bernapas karena udara tipis.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved