News

Tolak Bala dan Ritual Mandi Safar di Desa Sapa, Hambali : Sejak Zaman Nuh Sudah Ada Bencana

Makanya pada Sabtu (5/10/2019) kemarin ratusan warga di desa tersebut berbondong-bondong ke pantai untuk melaksanakan ritual ini.

Tolak Bala dan Ritual Mandi Safar di Desa Sapa, Hambali : Sejak Zaman Nuh Sudah Ada Bencana
Istimewa
Tolak Bala dan Ritual Mandi Safar di Desa Sapa, Hambali : Sejak Zaman Nuh Sudah Ada Bencana 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) masih tetap menjaga tradisi turun-temurun yang diwarisi pendahulunya. Salah satu tradisi yang dijaga yakni Ritual Mandi Safar.

Makanya pada Sabtu (5/10/2019) kemarin ratusan warga di desa tersebut berbondong-bondong ke pantai untuk melaksanakan ritual ini.

Mandi Safar ini di percaya warga sebagai Ritual agar terjauh dari segala macam bahaya dan Musibah.

"Ritual mandi safar ini di gelar setiap tahun tujuannya ada dua. Pertama kita memohon kepada Allah agar diberi kesehatan, umur yang panjang agar bisa beribadah kepada Allah SWT, dan kedua tujuannya menolak bala," kata Mus Hambali Imam Masjid Al-muhajiri Desa Sapa.

Menurut Imam Hambali Ritual Mandi Dafar ini hanya digelar di bulan safar saja.

"Sejak di jamannya Nabi Nuh sudah ada yang namanya bencana dan musibah, seperti tsunami. Maka tujuan dari mandi safar ini semua memohon kepada Allah agar dijauhkan dari bahaya serupa," tambah dia.

Acara ritual mandi safar ini diikuti ratusan masyarakat, baik yang ada di Desa Sapa Raya maupun di luar Desa, maayarakat dari Kabupaten Bolaang Mongondow, dari Kota Manado pun ikut dalam acara ritual tahunan ini.

Hadi Warga Kota Manado, dirinya rela datang ke Desa sapa hanya untuk mengikuti Ritual mandi Safar ini.

"Saya bersama keluarga datang kesini tujuannya hanya ingin mengikuti langsung ritual mandi Safar ini, ini acara yang sangat meriah," Ujarnya

Ronny Lengkey Pejabat Hukumtua Sapa Timur kagum dengan ritual ini.

"Walau berbeda keyakinan dengan masyarakat di sini tapi saya nilai acaranya luar biasa. Terlihat dari antusias masyarakat lewat kebersamaan antara satu dengan yang lain," kata dia.

Menurutnya ini memberikan pesan positif kita sebagai manusia yang harus menyesuaikan dengan alam semesta.

"Terlebih acara ini sesuai apa yang saya tau bahwa tujuannya ialah tolak bala atau meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat terjauhkan dari segala macam bahaya," pungkas Lengkey.

Berita Populer

Baca: Suara Tembakan Senjata Api Terdengar, Warga Kaget dan Temukan Seorang Polisi dan Istrinya Meninggal

Baca: Sang Menantu Tempuh 6.500 Km untuk Beri Kejutan di HUT, Mertua Menembaknya hingga Tewas

Baca: Sopir Pribadi Tewas Tanpa Celana di Semak, Padahal Cuma Izin Buang Air, Polisi Duga Ini Penyebabnya

Baca: Tak Terima Dicibir Nikita Mirzani dan Hotman Paris, Farhat Abbas Tutup Pintu Maaf

Baca: Bocah 14 Tahun Tertembak di Paha Kiri, Tak Tahu Oleh Polisi Atau Ada Pihak Lain, Ada Demonstrasi

Baca: Nagita Slavina Buat Kekasih Afgan Nangis, Rossa Tak Segan Puji Istri Raffi Ahmad

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado :

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved