Lifestyle

Dampak Buruk Anak-anak Menonton Film Tak Sesuai Usia, Orangtua Harus Waspada

Menonton film dengan rating R ternyata punya dampak buruk bagi anak, lho. Apa saja dampaknya?

Dampak Buruk Anak-anak Menonton Film Tak Sesuai Usia, Orangtua Harus Waspada
(IMDb)
Salah satu adegan dalam film Joker 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Film bisa menjadi hiburan dan media bagi anak-anak.

Namun orangtua harus ketat mengawasi agar anak-anak menonton sesuai usianya.

Film Joker karya sutradara Todd Phillips adalah salah satu film yang tidak boleh ditonton oleh anak di bawah usia 17 tahun.

Dilansir dari situs Lembaga Sensor Film (LSF), lsf.go.id, film layar lebar Joker diklasifikasikan untuk penonton umur 17 tahun ke atas.

Begitu pula di Amerika Serikat, Motion Picture Association of America (MPAA) memberi film ini rating R atau Restricted (terbatas).

Di Indonesia, peringatan agar anak tidak menonton film Joker disampaikan lewat berbagai media, termasuk media massa cetak dan elektronik.

Baca: Karakter Joker yang Suka Menangis dan Tertawa Itu Bukan Fiksi, Itu PBA Penyakit di Bagian Otak

Baca: Film Joker Alur Emosionalnya Naik dan Turun, Peringatan Bukanlah Untuk Penonton Anak-Anak

Baca: Joker Lebih dekat Ke Filsafatnya Nietzsche dan Albert Camus Daripada Psikopat, Atau Membingungkan?

Sayangnya, banyak anak justru ingin menonton filn tersebut karena penasaran.

Nah, menonton film dengan rating R ternyata punya dampak buruk bagi anak, lho. Apa saja dampaknya?

Psikolog anak dan keluarga, Samanta Ananta, M.Psi menyebutkan, ada sejumlah dampak psikologis yang akan diterima anak jika menonton film kategori restricted tersebut.

1. Trauma tidak langsung

Halaman
123
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved