NEWS

Cerita Siswi SMA, Kenal Pelaku Sejak SMP, Pacaran Hingga Hamil, Tetap Bersekolah Sampai Bayi Lahir

Ini cerita sedih seorang siswi SMA yang berkenalan dengan seorang laki-laki yang lebih tua darinya. Mereka kemudian pacaran. Siswi tersebut sampai

Cerita Siswi SMA, Kenal Pelaku Sejak SMP, Pacaran Hingga Hamil, Tetap Bersekolah Sampai Bayi Lahir
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi korban pemerkosaan 

"Jadi saya kerja banting tulang demi masa depannya dia dan nantinya dia bisa bantu saya. Saya lihat anak saya rindu untuk sekolah makanya saya dukung dia, ada juga yang omong bilang dia jangan sekolah tapi saya tetap sekolahkan dia demi masa depannya," katanya.

Diakuinya, proses kepindahannya anaknya di sekolah yang baru dilakukan agar anaknya tetap bersemangat dan tidak terbeban atas persoalan.

Namun demikian, ia juga bersyukur karena sekolah VMN sebelumnya memberikan perhatian dan support terhadap anaknya hingga mengizinkan untuk pindah sekolah.

Sementara itu, di sekolah yang baru, ia tidak memberitahu perihal persoalan yang dihadapi anaknya karena takut tidak diterima di sekolah yang baru.

Namun, saat ini anaknya sudah bersekolah di sekolah baru tersebut dan sehari-hari, lanjut YG, ia menjaga dan merawat cucunya hingga kepulangan anaknya dari sekolah.

Setelah itu, barulah YG melanjutkan pekerjaannya untuk mendapatkan uang demi menyambung hidup.

"Di sekolah baru, kami tidak kasitahu, takut dia tidak terima. Tapi demi masa depan dia. Saya pikir masa depan supaya lanjut sekolah dan takutnya dia malu dengan guru dan teman-temannya," ujarnya.

Walaupun komentar tidak mengenakan juga ia terima dari beberapa oknum akibat persoalan yang dihadapi, ibu paruh baya ini mengaku bersyukur banyak pihak terus memberikan support dan doa bagi keluarganya.

Hal itu ditunjukkan dari dukungan moril pihak keluarga, tetangga dan terlebih pihak gereja.

"Awalnya masyarakat sekitar curiga, tapi setelah mereka tahu mereka mendukung kami. Terlebih pihak gereja yang selalu mendoakan dan membantu kami, saya kuat karena dukungan semua itu," ungkapnya.

Sementara itu, hubungan anaknya dengan pelaku sebelumnya tidak diketahuinya.

Kehamilan anaknya diketahui saat ia mengantarkan VMN ke Puskesmas terdekat untuk berobat karena mengalami sakit pada bagian kaki dan penyakit kewanitaan.

Betapa terkejutnya YG saat dokter mengatakan anaknya positif hamil.

Awalnya VMN enggan mengakui pelaku yang telah menghamilinya. Namun, karena didesak akhirnya VMN mengakui bahwa telah dihamili DT.

"Dia sempat tidak mengakui, tapi akhirnya mengakui dan saya ajak keluarga untuk urus baik-baik tapi saat mau kumpul keluarga dia lari," katanya.

Kepada pelaku, lanjut YG, diharapkan segera ditangkap pihak kepolisian dan dihukum sesuai aturan yang berlaku.

"Saya mau dia dihukum. Kalau bertanggung jawab itu sudah lewat," katanya.

Pihak Polsek Oebobo Polres Kupang Kota tengah memburu tersangka pencabulan siswi SMA di Kota Kupang hingga hamil.

Pelaku dalam kasus ini yakni DT, yang menghamili seorang siswi SMA berinisial VMN (17) hingga hamil.

Demikian disampaikan Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota, Kompol I Ketut Saba ketika dihubungi POS-KUPANG.COM pada Jumat (4/10/2019).

"Tersangka telah melarikan diri dan kami telah tetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang)," katanya.

Berdasarkan pengakuan korban kepada pihak penyidik, korban dan tersangka sebelumnya menjalin hubungan pacaran.

Selama pacaran, korban sering bertemu di kosan milik pelaku dan korban juga tidak mengetahui secara rinci terkait identitas tersangka.

"Jadi, korban hanya tahu nama samarannya saja," ujarnya.

Tersangka diketahui sebagai pekerja di salah satu toko di bilangan Kuanino.

Saat keluarga korban mengetahui korban telah hamil, keluarga korban meminta meminta pertanggungjawaban tersangka.

Tersangka pun menghubungi keluarganya perihal permintaan keluarga korban, namun tersangka mengingkari janjinya dan kabur meninggalkan korban yang pada saat itu tengah hamil 4 bulan.

"Tersangka sudah diminta tanggung jawab, tapi tersangka malah kabur. Sehingga keluarga korban melalui om kandung melaporkan kejadian tersebut," paparnya.

Kapolsek Oebobo menjelaskan, kasus pencabulan merupakan kasus atensi sehingga pihaknya selalu memprioritaskan penyelesaian kasus tersebut.

"Untuk kasus pencabulan, kami tidak main-main. Kami tindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, bak petir di siang bolong, seorang ibu di Kota Kupang, YM dikejutkan oleh diagnosa yang disampaikan oleh petugas kesehatan puskesmas.

Maksud hati membawa anak perempuannya, VMN (17) untuk berobat luka di salah satu puskesmas di Kota Kupang, ibu itu malah mendapat kenyataan bahwa anak perempuannya itu telah hamil empat bulan.

Seakan tak percaya, MG pun kemudian melaporkan kepada keluarga.

Setelah didesak keluarga, korban VMN yang masih berstatus pelajar kelas II di salah satu SMA di Kota Kupang itu pun mengakui kondisinya. Ia mengaku dihamili oleh DT, seorang penjaga toko di Kupang.

Tak pelak, keluarga pun naik pitam dan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Oebobo Kota Kupang pada Sabtu (30/3/2019) siang.

Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota Kompol I Ketut Saba melalui Kanit Reskrim Iptu Komang Sukamara kepada POS-KUPANG.COMmenjelask an, keluarga melaporkan pelaku DT karena korban masih di bawah umur.

"Keluarga melaporkan kasus ini karena korban masih bersekolah dan masih berstatus anak di bawah umur," paparnya.

Kejadian persetubuhan sendiri, lanjut Komang, terjadi di Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang pada November 2018 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM di Polsek Oebobo, pelaku sempat dimintai keluarga korban untuk mengurus secara kekeluargaan.

Namun, di luar dugaan pelaku malah memilih untuk melarikan diri.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Kisah Siswi SMA di Kupang yang Dicabuli Hingga Hamil, Pelaku Kabur Hingga Saat Ini

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado :

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved