Cerita Pedagang Kuliner di Pantai Malalayang, Tempat tak Nyaman hingga Penghasilan Menurun

Keluh Kesah Pedagang Kedai Makanan di Sudut Jalan Sepanjang Pantai Malalayang.

Cerita Pedagang Kuliner di Pantai Malalayang, Tempat tak Nyaman hingga Penghasilan Menurun
TRIBUNMANADO/ADE PAMUNGKAS
Lokasi kuliner di Pantai Malalayang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meidi Kanoka, Pedagang Kuliner di Pantai Malalayang, Kota Manado mengeluhkan ke pemerintah Manado mengenai kedai makanannya.

Di etalase tenda tempat, ia berdagang tersebut bertuliskan beberapa jenis makanan yang dijajakan yaitu mie bakso, mie cakalang, saraba dan tinutuan.

Di sebelah etalase tersebut, dijajakan gorengan dan juga tergantung beberapa jenis minuman sachetan di sudut kedai tersebut.

Kedai tersebut atasnya hanya ditutupi oleh terpal biru yang disangga oleh bambu-bambu besar.

Jika masuk ke kedai tersebut, anda akan dapat duduk di kursi makan sambil memandangi jernihnya laut biru dengan mata telanjang.

“Di tempat ini kurang enak untuk berdagang karena setiap kali hujan dan muncul angin kencang, terpalnya sering jatuh dan rusak, pembeli jarang yang datang,” ujar Meidi.

Lokasi kuliner di Pantai Malalayang
Lokasi kuliner di Pantai Malalayang (TRIBUNMANADO/ADE PAMUNGKAS)

Meidi mengatakan bahwa dulunya ia berjualan di wisata kuliner Sabua Bulu.

Meidi menceritakan bahwa ia merasa lebih nyaman untuk berdagang makanan di Sabua Bulu.

Namum, tempat mereka berjualan digusur pemkot pada November 2017.

Dia mengatakan bahwa pemerintah menyediakan tempat untuk ibu-ibu termasuk dirinya berjualan makanan, pada April 2018

Halaman
12
Penulis: Ade Pamungkas
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved