Sains

Peneliti Mengungkap Manusia Merusak Siklus Karbon Bumi Lebih Parah dari Asteroid

Penemuan yang mengejutkan ini telah ditulis oleh beberapa tim peneliti dari Deep Carbon Observatory (DCO) dalam jurnal Elements

Peneliti Mengungkap Manusia Merusak Siklus Karbon Bumi Lebih Parah dari Asteroid
Nasa.gov
Ilustrasi Bumi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keberadaan umat manusia telah mengganggu siklus karbon bumi lebih parah dari gangguan yang disebabkan oleh bencana alam, sejak tahun 1750

Ada efek jangka panjang dari hal tersebut menurut penelitian terbaru.

Mulai dari lautan yang berubah menjadi asam, pemanasan global di luar kendali, hingga kepunahan massal sangat mungkin terjadi di masa depan.

Penemuan yang mengejutkan ini telah ditulis oleh beberapa tim peneliti dari Deep Carbon Observatory (DCO) dalam jurnal Elements.

Dilansir Science Alert, DCO merupakan perkumpulan global yang dinaungi 1.000 ilmuwan yang mempelajari karbon bumi yang bergerak dari inti planet ke antariksa.

Dalam edisi khusus jurnal tersebut, para ilmuwan DCO mencermati apa yang mereka sebut "gangguan" terhadap siklus karbon Bumi selama 500 juta tahun terakhir.

Baca: 7 Manfaat Kunyit yang Diakui Dunia Barat, Bisa Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit

Baca: 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan

Baca: 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh

 

Pada periode tersebut, siklus karbon bumi relatif stabil.

Gas karbon (seperti karbondioksida dan karbonmonoksida), dipompa ke atmosfer melalui gunung berapi dan ventilasi bawah tanah kurang lebih seimbang dengan karbon yang tenggelam pada inti bumi di batas lempeng tektonik.

Keseimbangan ini menghasilkan udara bersih dan iklim yang ramah pada tanah dan lautan yang menghasilkan keanekaragaman hayati.

Namun, peristiwa yang terus terjadi selama ratusan tahun itu juga dapat merusak iklim, menghasilkan kehancuran, efek rumah kaca dan mengakibatkan kepunahan yang masif.

Halaman
123
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved