Dana Masyarakat Pindah ke Instrumen Lain, Deposito Bank Menurun

Pertumbuhan simpanan deposito di perbankan melambat seiring tren penurunan bunga acuan bank sentral. Bank Indonesia (BI) mencatat,

Dana Masyarakat Pindah ke Instrumen Lain, Deposito Bank Menurun
IST/Kompas
Ilustrasi Bank Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pertumbuhan simpanan deposito di perbankan melambat seiring tren penurunan bunga acuan bank sentral. Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan deposito pada Agustus 2019 sebesar 7,8% secara year on year (yoy). Melambat dibandingkan pertumbuhan Juli 2019 sebesar 8,5% yoy.

Direktur Bisnis Konsumer Bank BNI Anggoro Eko
Cahyo, menjelaskan, melandainya pertumbuhan deposito karena terjadi peralihan dana ke obligasi pemerintah dan korporasi yang memberikan imbal hasil lebih baik.

Bank berlogo angka 46 tersebut hingga Agustus 2019 baru mencatat pertumbuhan deposito sebesar 4,61% yoy menjadi Rp 198,78 triliun. Meski begitu , Anggoro tak khawatir sebab  sesuai dengan strategi perseroan ini memupuk dana murah alias current account and saving account (CASA).

Baca: AZ Alkmaar vs Manchester United Tantangan di Rumput Palsu

Per Agustus 2019 pula, rasio dana murah BNI tercatat 63,38% dari total dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 542,96 triliun. Hingga akhir tahun Anggoro menargetkan BNI bisa mencapai rasio dana murah hingga 65% dari total DPK.

“Dengan menekan biaya dana lewat rasio deposito yang cenderung menurun, net interest margin (NIM) kami bisa meningkat 50%,” katanya kepada KONTAN, Selasa (1/10).

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi juga mengakui, dibandingkan semester I 2019, pengumpulan dana deposito pada Agustus 2019 melambat. “Meski kalau dilihat secara tahunan, per Agustus 2019 deposito kami masih tumbuh antara 3%-4%,” katanya kepada KONTAN.

Per Agustus 2019 Bank Mandiri berhasil menghimpun deposito senilai Rp 257,15 triliun, atau tumbuh 2,57% (yoy). Sedangkan rasio dana murah mencapai 65,91% dari total DPK senilai Rp 754,35 triliun.

Bank Mandiri juga mengutamakan dana murah untuk menopang pertumbuhan DPK. Sedangkan  pertumbuhan deposito akan disesuaikan dengan kondisi pasar. “Sampai akhir tahun kami menargetkan deposito bisa berkontribusi terhadap 30%-35% dari total DPK,” ujar Hery.

Direktur Bisnis Konsumer Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan pun menyatakan dana murah yang berasal dari simpanan tabungan dan giro akan menjadi penopang DPK. Strateginya seperti melalui layanan payroll, operating account hingga optimalisasi ekosistem digital.

Baca: Hakim Minta Menteri Enggar Dibawa ke Pengadilan

Pertumbuhan deposito CIMB Niaga tercatat menurun sebesar 5,07% secara yoy menjadi Rp 73,57 triliun. Ini sesuai dengan strategi CIMB  Niaga yang hendak memupuk dana murah. Sementara per Agustus 2019 rasio dana murah Bank CIMB Niaga sebesar 56,91% dari total dana masyarakat yang  senilai Rp 170,75 triliun.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved