Penerapan Finger Print Tidak Menghambat Proses Pelayanan

BPJS Kesehatan mulai menerapkan sistem perekaman jari atau Finger Print bagi pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKRTL)

Penerapan Finger Print Tidak Menghambat Proses Pelayanan
istimewa
Penerapan Finger Print Tidak Menghambat Proses Pelayanan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - BPJS Kesehatan mulai menerapkan sistem perekaman jari atau Finger Print bagi pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang baru dimulai untuk 3 poliklinik dalam rumah sakit yaitu poliklinik mata, jantung dan rehabilitasi medik.

Sebagai wujud komitmen bersama antara BPJS Kesehatan dan rumah sakit yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama untuk saling mendukung dan mengoptimalkan proses pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional maka dengan penerapan sistem finger print menjadi titik awal kedua belah pihak dalam membuktikan kepada masyarakat bahwa pelayanan yang diberikan tetap akan berjalan baik walau ada pengembangan sistem pelayanan administrasi.

Dalam upaya mencegah terjadinya tindakan fraud yang akan dilakukan peserta berupa penyalahgunaan kartu oleh yang tidak berhak maka ini menjadi tujuan utama dijalankannya sistem ini, Karena sampai saat ini ternyata masih ada juga ditemukan kejadian demikian di fasilitas kesehatan baik tingkat primer maupun lanjutan.

Dalam kunjungan ke Rumah Sakit GMIM Bethesda Tomohon ternyata dengan penerapannya sistem finger print tidak menghambat proses pelayanan kesehatan di tiga poliklinik yang diterapkan.

“Hanya di awal saja peserta membutuhkan waktu sedikit untuk proses perekaman jari pada sistem yang telah disediakan pada loket pendaftaran namun untuk berikutnya peserta tidak akan direpotkan dan membutuhkan waktu lama untuk  pelayanan kesehatan, dan untuk penerapan sistem ini tidak sama sekali menganggu proses pelayanan kesehatan di 3 poliklinik tersebut hal ini dibuktikan dengan jumlah kunjungan ke poliklinik mata yang tidak mengalami penurunan, malah justru adanya antusias dan rasa penasaran dari peserta yang berobat pada saat dilakukan perekaman jari,"  ujar Bovi, selaku Wakil Direktur RS GMIM Bethesda tomohon.

Dengan perkembangan teknologi saat ini memang sangat perlu dikembangkannya sistem informasi yang bisa mengantisipasi dan mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan baik itu yang berasal dari peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Kedepannya sistem perekaman jari ini akan dimaksimalkan kepada seluruh jenis pelayanan kesehatan baik rawat jalan dan inap sehingga memaksimalkan pelaksanaan efisiensi dan efektifitas dalam proses pelayanan kesehatan. (ap/iu)

Editor: Enjelita Sandra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved