Pelayanan Haemodialisa Di Era JKN Merupakan Wujud Gotong Royong Yang Nyata

Pada era Jaminan kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) salah satu pelayanan yang menjadi jaminannya adalah pelayanan kesehatan

Pelayanan Haemodialisa Di Era JKN Merupakan Wujud Gotong Royong Yang Nyata
istimewa
Pelayanan Haemodialisa Di Era Jkn Merupakan Wujud Gotong Royong Yang Nyata 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON -  Pada era Jaminan kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) salah satu pelayanan yang menjadi jaminannya adalah pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit atau gangguan pada fungsi ginjalnya sehingga memerlukan tindakan hemodialisis atau yang lebih dikenal dengan pelayanan cuci darah.

Dalam hal ini ginjal pasien tidak mampu lagi untuk menyaring zat-zat sampah dalam darah, sehingga pasien harus secara rutin melakukan cuci darah.

Rutinitas pelayanan cuci darah harus dijalani pasien bervariasi ada yang seminggu sekali adapun yang seminggu harus 2 sampe 3 kali pelayanan cuci darah.

Pelayanan hemodialisis banyak dibutuhkan, karena tingkat ketergantungan pasien yang tinggi terhadap tindakan ini.

Pada masa sebelum era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diterapkan banyak keluarga pasien yang terpaksa menjual asset/harta benda, karena harus melakukan proses cuci darah ini, dimana untuk setiap kali cuci darah harus membayar biaya minimal 1 juta per sekali tindakan, dalam jangka waktu 2-3 kali dalam seminggu.

Namun setelah era JKN yang dimulai di awal tahun 2014 maka beban pasien yang perlu cuci darah menjadi lebih ringan karena system JKN menganut prinsip gotong royong sesama pesertanya.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A. Rusady, di Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM Kota Tomohon melakukan dialog dengan salah satu pasien yang sedang menjalani perawatan hemodialisis di rumah sakit.

"Pelayanan hemodialisis ini merupakan wujud nyata hadirnya program JKN yang memberikan manfaat bagi sesama dengan sistem gotong royong yang dijalankan. Untuk itu peserta untuk selalu taat pada prosedur yang berlaku dan patuh dalam membayar iuran agar sistem gotong royong tetap berjalan dengan baik," ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah saat dikunjungi, dr. Frangky Kambey selaku direktur RSU Bethesda GMIM Tomohon menyatakan peran penting BPJS Kesehatan dalam pelayanan kesehatan di Kota Tomohon sangat bermanfaat buat sesama.

 “Harapan besar kami sebagai fasilitas kesehatan bagi BPJS Kesehatan untuk bisa terus tetap hadir untuk menyehatkan Indonesia karena adanya JKN merupakan salah satu angin segar bagi pasien dan keluarganya karena dengan dijamin biaya pelayanan cuci darah maka pasien dan keluarganya dapat memperoleh pelayanan secara berkelanjutan," ujar Frangky.

Di akhir pertemuan Frangky menyarankan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kesehatan supaya terhindar dari risiko penyakit/gangguan fungsi ginjal sekaligus mengajak peserta JKN-KIS untuk rajin membayar iuran (iu/lm)

Editor: Enjelita Sandra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved