Tragedi Kemanusiaan

Gagak Hitam: Milisi Sipil yang Dibentuk dan Terlibat Pembantaian Anggota PKI di Jawa Timur

Pada tahun 1960-an Indonesia mengalami gejolak politik. Puncak dari itu melahirkan apa yang disebut Gerakan 30 September atau G30S.

Gagak Hitam: Milisi Sipil yang Dibentuk dan Terlibat Pembantaian Anggota PKI di Jawa Timur
Kompas.com
Ilustrasi Burung gagak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada tahun 1960-an Indonesia mengalami gejolak politik. Puncak dari itu melahirkan apa yang disebut Gerakan 30 September atau G30S.

Umumnya, mereka yang dituding sebagai pelaku G30S ini adalah dari golongan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan simpatisannya.

Peristiwa ini mengakibatkan banyak korban jiwa. Bermula dari penculikan dan pembunuhan 7 Jenderal Angkatan Darat (AD).

Selanjutnya, sebagai bentur respon terhadap apa yang disebut G30S itu, lahirlah kebijakan pemberantasan terhadap orang-orang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) dan para simpatisannya.

Sehingga hal itu turut menyulut konflik sosial di Jawa dan Bali hingga menyebar ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Seusai kejadian G30S, konflik yang berujung pembunuhan terjadi di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Berita Populer

Baca: Suntik Anak Gadisnya Berkali-kali hingga Trauma, Seorang Ayah juga Ancam Membunuh jika Melawan

Baca: Anggota Polri Gantung Diri: Ini Cerita sang Ayah

Baca: Wanita Ini Mengaku Sudah Melayani Lebih Dari 10 Ribu Pria Dari Beragam Latar Belakang

Salah satunya adalah Operasi Gagak Hitam yang berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Para algojo atau penjagal muncul sebagai eksekutor untuk membunuh orang-orang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) atau mereka yang dicap sebagai PKI.

Berikut adalah kesaksian seorang anggota Gagak Hitam yang Tribunnewswiki.com kutip dari Liputan Khusus Tempo edisi 1-7 Oktober 2012, 'Pengakuan Algojo 1965'.

Halaman
1234
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved