Berita Minahasa

Tempat Wisata yang Eksotis Namun Banyak Pengunjung yang Datang Merusak

Puncak Kamangen, nama itu mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sulawesi Utara khususnya Minahasa.

Tempat Wisata yang Eksotis Namun Banyak Pengunjung yang Datang Merusak
TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW
Tempat Wisata yang Eksotis Namun Banyak Pengunjung yang Datang Merusak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Puncak Kamangen, nama itu mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sulawesi Utara khususnya Minahasa.

Nama yang sempat populer sebagai salah satu lokasi wisata di Kabupaten Minahasa ini kini sudah jarang terdengar.

Pasalnya, objek wisata yang terletak di Desa Sumarayar, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara ini kondisinya sudah tidak terawat dan semrawut.

Walaupun hampir seluruh bangunan yang terbuat dari bambu itu kini sudah mulai rapuh dan tergolong tidak aman untuk dipijak, namun pemandangan di dari Puncak Kamangen masih sama saat di masa kejayaannya.

Dari atas bukit pengunjung dapat melihat luasnya persawahan yang ada di dua Kecamatan yaitu Kakas Barat dan Langowan Timur, selain itu pengunjung pula dapat melihat hampir seluruh Kecamatan Langowan dengan ditemani keheningan karena lokasi itu memang masih sepi pengunjung.

Pengunjung dapat mencapai lokasi wisata Puncak Kamangen dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua yang dapat ditempuh dengan jangka waktu sekitar dua jam perjalanan jika dilakukan dari Kota Manado ke Langowan.

Setibanya di Desa Sumarayar, Kecamatan Langowan Timur pengunjung dapat melihat papan penunjuk arah yang bertuliskan Puncak Kumengan dan harus menempuh jarak sekitar satu kilometer dengan kondisi medan yang agak rusak dan menanjak.

Namun sesampainya di puncak, pengunjung akan disambut dengan kawasan hutan pinus dengan jalur yang dipenuhi buah pinus dan akan melihat papan bertuliskan Selamat Datang.

Diketahui, Objek Wisata Puncak Kameagen dibuat yang rencananya digunakan untuk kegiatan Perayaan HUT ke 131 Desa Sumarayar dan Paskah 2019 Jemaat GMIM Imanuel Sumarayar yang melibatkan empat dusun.

Namun sayangnya belum selang setahun, lokasi wisata yang eksotis nan indah tersebut kini sudah rusak di tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Halaman
12
Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved