Tajuk Tamu

Andi Haidir Indar SH: Cuti Bersyarat-Rekreasi Terpidana

Untuk pertama kalinya Indonesia memiliki undang-undang yang murni digagas dan dibuat sendiri yang nantinya menjadi sandaran penegakan hukum.

Andi Haidir Indar SH: Cuti Bersyarat-Rekreasi Terpidana
(.)
Ilustrasi penjara. 

Prosedur

Usulan cuti bersyarat tidak serta merta disahkan menjadi surat keputusan, namun harus melalui serangkaian proses di antaranya terpidana yang memenuhi syarat CB terlebih dahulu mengikuti sidang tim pengamat pemasyarakatan tingkat lapas yang beranggotakan petugas pemasyarakatan pada lapas tempat mereka dibina.

Pun usulan diterima oleh TPP Lapas, Kalapas harus bersurat kepada balai pemasyarakatan untuk meminta penelitian kemasyarakatan yang dilaksanakan pembimbing kemasyarakatan untuk dilaksanakan assesment risiko, kebutuhan, dan survei kesiapan penjamin dalam pelaksanaan cuti bersyarat jika diberikan.

Laporan assesment dan litmas tersebut kemudian dikirimkan kembali ke pihak lapas untuk kemudian diverifikasi oleh kantor wilayah hukum dan HAM pada wilayah tempat narapidana tersebut menjalani pidana.

Setelah diverifikasi barulah usulan tersebut diteruskan ke direktur jenderal pemasyarakatan yang menentukan diterima atau tidaknya suatu usulan. Jika usulan tersebut diterima direktur jenderal pemasyarakatan menerbitkan surat keputusan cuti bersyarat lengkap dengan tanggal pelaksanaannya.

Proses pelaksanaan cuti bersyarat melibatkan pembimbing kemasyarakatan dalam proses pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan sampai dengan masa cuti bersyarat terpidana tersebut habis.

Rekreasi

Dalam Pasal 7 Ayat 1 PP Nomor 32 Tahun 1999 setiap Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan berhak mendapatkan perawatan jasmani berupa:
a. Pemberian kesempatan melakukan olahraga dan rekreasi;
b. Pemberian perlengkapan pakaian; dan
c. pemberian perlengkapan tidur dan mandi.

Jenis olahraga dan rekreasi yang dimaksud dalam ayat (1) huruf (a) adalah olahraga yang umum seperti sepakbola, tenis meja, volley, catur, bulu tangkis atau senam.

Sedangkan untuk rekreasi antara lain berupa penayangan televisi, penyelenggaraan kesenian yang dilakukan narapidana dan anak didik atau petugas pemasyarakatan, atau pertunjukan kesenian yang didatangkan dari luar lapas.

Halaman
123
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved