Berita Boltim

Kisah Buslianto, Penyuling Minyak Cengkih Bangkit dari Kegagalan

Pernah rugi Rp10 juta saat mengelola penyulingan minyah cengkih, tak membuat Buslianto Boromah (41), warga Togid berhenti berusaha.

Kisah Buslianto, Penyuling Minyak Cengkih Bangkit dari Kegagalan
Tribun manado / Vendi Lera
Buslianto Boromah 

Kisah Buslianto, Penyuling Minyak Cengkih Bangkit dari Kegagalan

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernah rugi Rp10 juta saat mengelola penyulingan minyah cengkih,
tak membuat Buslianto Boromah (41), warga Togid berhenti berusaha.

Buslianto bercerita, modal pas-pasaan yang dia kelola waktu lalu, sudah habis dipakai untuk biayai pengeloan penyulingan pertama.

Menurut dia, usaha ini terbilang baru dan coba-coba, jadi masih belum tahu cara pengelolaan dengan benar dan efektif.

"Saya belum tahu, kalau minyak cengkih ini, tidak bisa diolah musim hujan," ujar Buslianto Boromah, Kamis (26/9/2019).

Kata dia, pernah suling selama dua minggu di musim hujan per hari 500 kilogram daun cengkih jadi minyak tiga kilogram.

"Saya pikir itu rugi, jadi putuskan untuk berhenti sementara,"ujar dia lagi.

POPULER

> Najwa Shihab Bingung dengar Jawaban Fahri Hamzah : Muter-muter Itu Kan Lebih Romantis

> Mulan Jameela Menangis Didemo Jadi Anggota DPR, Tulisan di Spanduk Demonstran Buat Hatinya Hancur

> Yasonna Laoly Malu Lihat Pernyataan Perwakilan Mahasiswa di ILC: Saya Sampai Tutup Mata

Belajar dari kegagalan. Mulai bangkit pelan-pelan memperbaiki usaha. Apa lagi musim kemarau cocok untuk kembangkan penyulingan minyak cengkih.

Sekarang hasil keuntungan bisa membeli beberapa aset seperti kebun dan mobil, per bulan keuntungan bersih Rp10 juta.

Halaman
12
Penulis: Vendi Lera
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved