News
Kisah Pilu Korban Cabul Anak di Bawah Umur, Depresi, Telan Komix 100 Sachet Tambah Pembalut
Apalagi jika pelakunya adalah orang dekat. Seperti seorang anak di wilayah Bolaang Mongondow.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID - Korban cabul di bawah umur rentan mengalami depresi.
Apalagi jika pelakunya adalah orang dekat. Seperti seorang anak di wilayah Bolaang Mongondow.
Dia dicabuli salah satu anggota keluarganya sendiri.
Kasus itu sudah diusut dan pelakunya sudah diamankan, namun masalah bagi si anak belum selesai.
Justru baru dimulai. Ia alami depresi.
Malu, sedih, marah, putus harapan dan ia tak tahu kemana harus mengadu.
Akhirnya obat jadi pelarian. Dirinya mengkonsumsi komix untuk beroleh efek ketenangan.
Ia kian ketagihan. Pernah dalam sehari dia mengkonsumsi seratus obat komix.
Ditambah pembalut pula.
Diketahui, data terakhir terdapat 22 kasus kekerasan anak pada enam bulan pertama di tahun 2019.
Kasus kekerasan seksual mendominasi.
Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Farida Mooduto mengatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak berjumlah sembilan.
"Pelaporan terjadi hampir tiap bulan, Januari 2 kasus, Februari 2, Mei yang terbanyak yakni 3 kasus, sedang bulan Juni ada 2 kasus," kata dia.
Ungkap Farida, pelaku kekerasan seksual umumnya orang terdekat.
Baik keluarga atau tetangga.