Pasar Mobil Lesu, Asuransi Cari Pengganti

Lesunya penjualan mobil di pasar domestik hingga Agustus 2019 mempengaruhi kinerja perusahaan asuransi. Berdasarkan data Gaikindo

Pasar Mobil Lesu, Asuransi Cari Pengganti
kompas.com
Asuransi 

 
99,14

 
13,2%

 
Penerbangan

 
553,1

 
885,75

 
332,65

 
60,1%

 
Satelit

 
7,92

 
15,48

 
7,56

 
95,5%

 
Energi on shore

 
27,3

 
72,25

 
44,95

 
164,6%

 
Energi on shore

 
1.044,41

 
1.026,75

 
(17,66)

 
-1,7%

 
Rekayasa

 
838,6

 
1.350,74

 
512,14

 
61,1%

 
Tanggung gugat

 
1.564,96

 
1.356,93

 
(208,03)

 
-13,3%

 
Kecelakaan diri & Kesehatan

 
3.363,61

 
3.572,65

 
209,04

 
6,2%

 
Asuransi kredit

 
2.974,67

 
5.750,08

 
2.775,4

 
93,3%

 
Penjaminan

 
673,12

 
806,45

 
133,33

 
19,8%

 
Aneka

 
1.904,34

 
2.515,19

 
610,85

 
32,1%

 
Total

 
33.130,45

 
39.951,77

 
6.821,32

 
20,6%

 
*Semester I       

Sumber : Data AAUI

Baca: 16 Orang Tewas Kerusuhan Wamena: Aparat Jaga Objek Vital 24 Jam

Asuransi Jiwa Setia Pada Agen

Digitalisasi kini menjadi satu keharusan di berbagai sektor, termasuk di industri asuransi. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Wiroyo Karsono, memandang, kesiapan digitalisasi pada industri asuransi sudah matang. Sudah banyak perusahaan melakukan investasi di teknologi digital.

Selain itu sudah banyak perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah agar lebih efisien dan lebih cepat. Program digitalisasi ini akan membantu perusahaan asuransi memasarkan produk.

Nah, terkait keagenan, di industri asuransi jiwa tetap perlu. "Di asuransi jiwa, produknya dijual bukan dibeli orang. Nasabah tidak banyak mencari produk asuransi jiwa dengan membeli. Produk asuransi jiwa dibeli karena ditawarkan dan dijual oleh para agen.

Karakter seperti ini menyebabkan produk dari asuransi jiwa masih memerlukan campur tangan manusia atau agen," ujar Wiroyo, yang juga Ketua Panitia Digital & Risk Management in Insurance (DRIM) 2019

Dan digitalisasi bagi asuransi jiwa bisa membuat bisnis kian efisien, karena proses end to end bisa memakai paperless.   Perusahaan asuransi jiwa dapat memakai data analitik yang baik, sehingga dapat mengenal perilaku nasabah. Ke depan dapat menjadikan proses underwriting lebih cepat atau mungkin premi akan lebih murah. (Maizal Walfajri/Achmad Ghifari)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved