Kerusuhan di Wamena

Kerusuhan di Wamena Gara-gara Salah Paham, Kapolri: Guru Bilang 'Keras', Murid Dengarnya 'Kera'

"Tone logat Papua kan sedikit berbeda dengan yang lainnya. Dalam konteks ini, kedengaran (huruf) 'S'-nya agak lemah," ujar Tito.

Kerusuhan di Wamena Gara-gara Salah Paham, Kapolri: Guru Bilang 'Keras', Murid Dengarnya 'Kera'
Tribunnews.com/Banjir Ambarita
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menemui tokoh Papua Pendeta Liviu Biniluk. 

Jhon Djonga--sapaan Yohannes Djonga--mengatakan aksi ini dipicu oleh pernyataan rasial dari seorang guru kepada seorang siswa di SMA PGRI, Sabtu (21/09).

Karena tidak terima, siswa di SMA PGRI kemudian berencana untuk berunjuk rasa Senin (23/09).

"Tapi besoknya hari Minggu. Jadi belum bereaksi. Ternyata sudah beredar hari ini, mereka memang anak-anak mau demo ke polisi, lapor tentang ibu guru itu," tambah Jhon Djonga.

Menurut keterangan Jhon Djonga, aksi ini juga melibatkan hampir seluruh siswa di SMA Wamena lantaran para siswa SMA PGRI mendatangi sekolah-sekolah lain dan mengajak seluruh pelajar untuk berdemonstrasi.

"Mereka (rencana awal) ke kantor polisi, ke polres, tapi kemudian karena tidak teroganisir ada yang ke polres ada yang ke kantor bupati," tambah Jhon Djonga.

Hingga informasi ini diturunkan, kata Jhon Djonga, seluruh jalan masuk ke dalam kota Wamena sudah dijaga ketat kepolisian. Siswa SMA yang berunjuk rasa kini berkumpul di depan kantor bupati.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan kepada wartawan bahwa situasi "sedang ditangani oleh aparat polri dan TNI untuk meredam dan mitigasi agar tidak meluas tindakan anarkis oleh massa."

Baca: Terkait Presiden Jokowi yang Sudah 5 Kali Tak Hadir dalam Sidang Umum PBB, Ini Penjelasan Istana

Baca: Wanita Ditangkap karena Diduga Habisi Nyawa Anak Angkat, 2 Putranya Gauli Paksa Bocah 5 Tahun Itu

Baca: Pegal dan Lelah saat Bangun Tidur? Coba Ramuan Sederhana

Menurutnya, "saat ini masih dapat dikendalikan oleh aparat keamanan".

Beberapa saat sebelumnya, Kapolres Jayawijaya AKBP Toni Ananda yang dihubungi kantor berita Antara mengatakan, situasi keamanan saat ini belum terkendali. "Sabar, masih chaos," ujar Toni.

Kericuhan ini menyebabkan operasional Bandara Wamena, Senin (23/9) dihentikan sementara, kata Kepala Bandara Wamena Joko Harjani kepada Antara.

Halaman
1234
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved