Berita Boltim

4.000 Blangko KIA Mengendap di Gudang Disdukcapil Boltim, Ini Penyebabnya

4.000 blangko Kartu Identitas Anak (KIA) mengendap di gudang kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Boltim

4.000 Blangko KIA Mengendap di Gudang Disdukcapil Boltim, Ini Penyebabnya
Tribun manado / Vendi Lera
Kartu Identitas Anak mengendap 

4.000 Blangko KIA Mengendap di Gudang Disdukcapil Boltim, Ini Penyebabnya

TRIBUNMANADO.CO.ID - 4.000 blangko Kartu Identitas Anak (KIA) mengendap di gudang kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Boltim.

Menurut kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Boltim, Rusmin Mokoagow, blangko ini sudah tersimpan sejak tahun lalu. Kendalanya tidak ada mesin cetak KIA.

"Kami sudah berusaha tahun ini dianggarkan, agar 4.000 blangko sudah bisa dimanfaatkan," ujar Rusmin Mokoagow, Senin (23/9/2019).

Kata dia, baru 23 keping yang berhasil dicetak. Itupun mengunakan mesin cetak KTP elektrik. Namun tidak bisa maksimal, karena tidak cocok.

Data KIA yang sudah masuk melebih blangko. Namun ditambahkan, jika mesin sudah dibeli dan beroperasi. Umur anak 0-satu hari sebelum umur 17 tahun.

Mesin cetak KTP berbeda dengan KIA. Maka tahun ini diusahakan, untuk dianggarkan kembali. Setelah tahun lalu pernah dianggarkan. Namun tidak ada pihak ketiga berani mengambilnya. Karena dinilai terlalu murah.

BERITA POPULER:

> Penemuan Mayat Wanita SPG, Posisi Sedang Melahirkan, Tewas saat Kepala Bayi Sudah Keluar

> Tunjangan Tambahan Penghasilan PNS Tak Lagi Dihitung Berdasarkan Disiplin dan Kinerja

> Mamah Muda Cantik Ceritakan Kisah Saat Didatangi Mantan di Villa, Risnawati: Saya Trauma

Tahun lalu sudah disesuaikan dengan standar harga pusat (SBU) sebesar Rp27 juta per unit. Namun pihak ke tiga tidak berani, sebab terlalu murah.

Alasan mereka tidak ada keuntungan, karena kena pajak dua kali dari perusahan dan pemerintah, ditambah ongkos kirim tinggi.

Halaman
12
Penulis: Vendi Lera
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved