Polemik RKUHP

Yasonna: Orang Bisa Dipidana Jika Menghina Pribadi Presiden, Salah Satu Pasal yang Jadi Delik Aduan?

Yasonna menjelaskan, Adanya pasal tentang penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden bukan berarti membatasi hak berekspresi masyarakat.

Yasonna: Orang Bisa Dipidana Jika Menghina Pribadi Presiden, Salah Satu Pasal yang Jadi Delik Aduan?
Tribun Medan
Yasonna Laoly 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sikapi pasal tentang penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden.

Kementerian Hukum dan HAM menjelaskan pro-kontra terkait salah satu pasal dalam rancangan Kitab Undang-Undang (RUU) Hukum Pidana (KUHP) tentang penghinaan Presiden dan Wakil Presiden.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan,

pasal penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden merupakan delik aduan jika presiden dan/atau wakil presiden melakukan aduan secara tertulis kepada kepolisian.

"Ini merupakan delik aduan," kata Yasonna saat konferensi pers, Jumat (20/9/2019).

Yasonna menjelaskan, adanya pasal tentang penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden bukan berarti membatasi hak berekspresi masyarakat.

Sebab, yang dapat dipidanakan merupakan mereka yang menghina atau menyerang pribadi presiden dan wakil presiden, bukan mereka yang mengkritisi kebijakan presiden dan wakil presiden.

Baca: Identitas Pemeran Video Panas Berseragam PNS Pemprov, Terungkap Motif Sebarkan Rekaman 2,20 Menit

Baca: Nagita Slavina Pede Tampil Nyentrik Saat Hadiri Acara Awards, Jadi Selebriti Wanita Terfavorit

Baca: VIRAL, Pria Alami Stroke Jelang Pernikahan, Mempelai Wanita Tetap Mencintai: Saya Bersyukur

FOLLOW FACEBOOK TRIBUN MANADO

Penghinaan yang dimaksud, lanjut dia, bukan hanya penghinaan di muka umum.

Tetapi juga menista dengan surat, memfitnah, dan menghina dengan tujuan memfitnah.

Halaman
123
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved