Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Era e-Book, Penggemar Buku Tetap Pilih Buku Cetak, Ronny Bilang Ada Citarasa Tersendiri

Punya buku secara fisik dan berjejer di lemari buku serta di rak-rak dan di meja kerja punya 'taste' (citarasa) sekaligus kebanggaan tersendiri.

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA/DOK. PRIBADI
Ronny A Buol memiliki koleksi 7.000-an buku berbagai genre. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kemajuan internet mengubah tatanan hidup manusia.

Segala lini kehidupan insan berubah.

Termasuk cara orang mendapatkan buku impiannya.

Sekarang tak perlu ke toko buku.

Cukup beli via internet alias belanja online.

Tinggal pesan, transfer, tunggu beberapa saat, e-book atau buku digital dalam genggaman.

Tinggal dibaca kapan saja dan di mana saja.

Tapi, kemudahan itu ternyata tak menggeser perilaku para penggemar buku atau mereka yang gila baca.

Ronny Buol salah satunya.

Traveller sekaligus pewarta ini ikut mengoleksi buku digital.

Hal itu dilakukannya untuk kebutuhan saat travelling.

"Membaca lewat gadget lebih praktis dengan ebook, walau kadangkala tetap juga bawa 1-2 buku cetak," kata warga Tateli, Kecamatan Mandolang, Minahasa ini kepada tribunmanado.co.id, Sabtu (21/09/2019).

Pria yang juga mahir fotografi ini lebih senang mengoleksi buku cetak.

Punya buku secara fisik dan berjejer di lemari buku serta di rak-rak dan di meja kerja punya 'taste' (citarasa) sekaligus kebanggaan tersendiri.

"Rasanya tidak lengkap jika buku tidak hadir secara fisik di ruang kerja dan lemari buku," kata pria lajang ini.

Ronny mengoleksi buku atau tepatnya membaca sebagai sebuah hobby sudah sejak masih sekolah dasar. "Sejak SD sudah hobby kumpul buku," ucap dia.

Ia menyayangkan, banyak koleksi miliknya--terutama di bawah tahun 2000--bukunya berserak di mana-mana.

Saat ini yang tersisa sekitar 7.000an buku cetak. Beberapa diantaranya merupakan koleksi yang cukup langka, salah satunya buku yang ditulis Soekarno, "Di Bawah Bendera Revolusi" cetakan pertama.

Ronny mengoleksi buku apa saja, karena senang membaca apa saja.

Mulai dari tema pengetahuan populer sampai yang religi bahkan filisafat.

"Dulu suka sekali membaca buku-buku filsafat dan matematika. Kalau sekarang lebih ke tema ilmu pengetahuan modern, eksplorasi fotografi serta buku-buku yang lagi tren semacam karya-karya Yuval, "Sapiens".

Ia punya cerita menarik terkait hobby membacanya.

Masa kecil yang dulu berada di daerah yang hanya punya saluran informasi dari luar lewat radio.

Tepatnya di Gorontalo bagian utara.

Ia punya ketertarikan dengan hal-hal baru.

Perpustakaan sekolah menjadi salah satu tempat mencari pengetahuan dan informasi dan rasa penasaran tentang apa saja.

Waktu SD dan SMP, jika sudah membaca buku, harus habis dulu satu buku baru istirahat.

"Kadangkala dimarahin sama ibu, karena tidak mau disuruh saat sedang baca buku," ujarnya sambil tertawa.

Ada cerita lucu sewaktu kelas 5 SD, ingin dekat dengan salah satu teman berbeda sekolah.

Teman-teman pikir cinta monyet, padahal agar punya alasan bisa akses perpustakaan sekolahnya.

"Karena ayahnya yang kepala sekolah di situ dan pegang kunci perpustakaan. Kalau perlu buku, jalan kaki berkilo-kilo ke rumahnya agar bisa ke perpustakaan sekolahnya," ujarnya.

Terkait tingkat literasi orang Indonesia yang sangat rendah, urutan 60 di dunia, Ronny melihat hal sama di tingkat lokal.

"Minat warga Kota Manado, Sulut pada umumnya terhadap buku atau membaca masih sangat kecil. Walau di Manado punya belasan koran cetak dan saban hari beredar," katanya.

Begitu juga, ramanga keterlibatan warga di media sosial, namun informasi-informasi yang salah terus saja beredar dengan masif.

Katanya, itu salah satu indikator literasi yang kurang.

"Orang hanya suka 'lamu', tapi tidak suka mencari tahu dengan membaca," kata dia.

(Tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)

BERITA TERPOPULER :

Baca: Sebelum Gebby Vesta, 4 Selebritis ini Sudah Ngaku Transgender, Lucinta Luna Gimana?

Baca: Tampilan Gisella Anastasia Kembali Jadi Sorotan, Pamer Lekuk Tubuh saat Pakai Korset Warna Kulit!

Baca: Terungkap! Ternyata Ini Alasan Penyebar Video PNS Cantik di Jawa Barat

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved