News

Penyakit Paru-Paru Misterius Serang 530 Pengguna Rokok Elektrik, Korban Terus Bertambah

Bagi generasi milenial bahkan orang yang hobi merokok pasti mengenal yang namanya rokok elektrik atau bahasa trennya Vape.

NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi generasi milenial bahkan orang yang hobi merokok pasti mengenal yang namanya rokok elektrik atau bahasa trennya Vape.

Bahkan banyak yang masih aktif hingga saat ini menggunakan rokok elektrik. Kalau anda yang tertarik dan ingin coba-coba wajib mengetahui informasi terbaru dan dampaknya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lebih dari 500 orang di Amerika Serikat dilaporkan jatuh sakit karena mengalami penyakit paru-paru misterius yang diduga berkaitan dengan penggunaan rokok elektrik.

Jumlah negara bagian di AS yang melarang rokok elektrik beraroma pun terus bertambah, dengan terakhir Los Angeles yang memberlakukan larangan serupa.

Menurut laporan mingguan Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), jumlah kasus penyakit paru-paru misterius di AS tercatat telah melonjak dari 380 menjadi 530. Sementara jumlah pasien yang meninggal akibat penyakit misterius itu tetap tidak bertambah dari tujuh orang.

"Lebih dari separuh kasus melibatkan pasien berusia di bawah 25 tahun, dengan tiga perempat adalah laki-laki. Sebanyak 16 persen dari mereka yang sakit bahkan berusia di bawah 18 tahun," ujar wakil direktur utama CDC, Anne Schuchat, Kamis (19/9/2019).

Rokok elektrik telah disebut-sebut menjadi alternatif yang lebih aman untuk menggantikan rokok tembakau. Namun para pengkritik mengatakan bahwa risiko penggunaan rokok elektrik alias vape ini belum sepenuhnya bisa dipahami.

Kritikus juga mengkritik penjualan cairan vape beraroma yang dianggap dapat menarik anak-anak dan meningkatkan risiko membuat mereka kecanduan nikotin.

Laboratorium Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) sedang melakukan pengujian terhadap lebih dari 150 sampel produk rokok elektrik yang dicurigai.

"Tetapi zat yang bertanggung jawab atas penyakit paru-paru misterius yang dialami pasien hingga kini belum dapat diidentifikasi," kata Mitch Zeller, direktur Pusat Produk Tembakau AS, dikutip AFP.

Halaman
123
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved