Olly Buka Peluang GSVL: Nasdem Punya Banyak ‘Joker’

GS Vicky Lumentut, Elly Lasut dan Benny Mamoto menjadi kekuatan Partai Nasdem menghadapi Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara 2020.

Olly Buka Peluang GSVL: Nasdem Punya Banyak ‘Joker’
TRIBUN MANADO/SITI NURJANAH
Vicky Lumentut 

Setiap peserta Pilkada wajib menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) kepada KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota pada 10 Juli 2020, Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) pada 15 Agustus, dan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) pada 20 September. LPPDK akan diaudit selama lima belas hari di tanggal 21 September-5 Oktober. Hasil audit diumumkan pada 7-9 Oktober.

Max Rembang.
Max Rembang. (istimewa)

Duet Minahasa-BMR
Tak Pernah Menang

Max Rembang, Pengamat Politik dari Unsrat mengatakan, Nasdem akan jadi kompetitor terdepan PDIP untuk Pilgub Sulut 2020. Bermodal 5 kepala daerah yang disebut ‘joker’, Nasdem akan mencoba menantang kekuatan digdaya PDIP di Sulut.

Sebelum ke arena, Nasdem harus menyelesaikan persoalan internal lebih dulu. Siapa figur yang akan diusung. Ada beberapa nama yang digadang maju, yakni GSV Lumentut Wali Kota Manado dan Elly Lasut Bupati Talaud Terpilih dan Benny Mamoto.

Kalau ikut struktur ada Ketua DPW Nasdem Sulut Max Lomban. GSVL paling sering diperbincangkan, ada kader juga yang getol sosialiasi dengan baliho di mana-mana.

Persaingan ini akan melahirkan intrik ke dalam (internal partai), berpotensi saling jegal dan membuat tak solid. Jika salah satu yang diusung, belum tentu yang laim mendukung sepenuh hati.

Bedanya, masalah ini tidak berlaku di PDIP. Apa yang diputuskan partai akan didukung, demokrasi terpimpin ala Megawati terbukti efektif mengelola potensi masalah. Megawati perintahkan maka tak ada yang melawan, memang suasana PDIP berbeda.

Kedua, Nasdem belum memiliki akar rumput sekuat PDIP. Masalah ini jadi pembeda, pertarungan PDIP dan Nasdem di pemilu baru-baru ini. Meski begitu, Nasdem tetap lawan berstatus kuda hitam. Pencapaian mereka di Pemilu 2019 cukup bisa menyaingi PDIP.

Ketiga, strategi dukungan etnis yakni duet figur Minahasa-Bolmong cukup mengemuka jadi alternatif strategi Bolmong. Berpeluang terwujud, tapi pada sejarah Pilgub Sulut belum pernah berhasil.

Tiga pilgub sebelumnya gagal, semisal pasangan Ferry Tinggogoy-Hamdi Paputungan di Pilgub 2005. Kemudian, Stevanus Vreeke Runtu-Marlina Moha Siahaan di Pilgub 2010. Lalu, Benny Mamoto-David Bobihoe di Pilgub 2015.

Nasdem tentu bisa mencoba dengan berbagai pertimbangan, penting untuk memanajemen dukungan. Menghadapi pilgub ini, Nasdem pertama harus konsolidasi ke dalam, siapa terhebat itu diusung. Kemudian, perkuat dukungan akar rumput. Nasdem belum memiliki pendukung semilitan PDIP. Ini pekerjaan rumah Nasdem. (Tribun/rmol/art/ryo)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved