Editorial Tribun Manado: Bencana Kekeringan

Sulawesi Utara mulai mengalami kekeringan. Sejumlah mata air yang biasanya digunakan warga dilaporkan tak lagi memproduksi air.

Editorial Tribun Manado: Bencana Kekeringan
kompas.com
Ilustrasi kekeringan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulawesi Utara mulai mengalami kekeringan. Sejumlah mata air yang biasanya digunakan warga dilaporkan tak lagi memproduksi air. Di Kota Tomohon, misalnya, ada empat mata air besar yang tak lagi berproduksi akibat musim kemarau yang telah melanda wilayah Sulut hampir tiga bulan terakhir.

Empat mata air yang mati ini, tiga berada di wilayah lereng Gunung Mahawu, dan satu lagi berada di Lahendong.

Begitu juga di Kota Manado. Tak sedikit warga memasok air mulai dari membeli air bersih lewat mobil tangki, air galon isi ulang hingga menampung air bersih di pinggir sungai.

Dalam sehari, mereka bisa saja membeli 4 galon air isi ulang. Biaya untuk membeli air isi ulang ini lama kelamaan semakin memberatkan warga.

Bayangkan saja, satu galon air dibanderol Rp 4 ribu, dalam sehari bisa membeli 4-5 galon air isi ulang.

Sejumlah desa di Kabupaten Bolaang Mongondow juga mulai alami kesulitan air bersih akibat musim kemarau.

Sumur yang selama ini jadi tumpuan warga untuk minum mengering. Di desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang, ratusan warga hanya mengandalkan suplai air minum dari BPBD.

Sebelum bantuan air bersih pemerintah tiba, warga minum air mineral. Dan itu sangat menguras kantong.

Hal yang sama dirasakan sejumlah warga di kecamatan Passi Barat. Hampir semua sumur disana kering. Pihak desa sudah mengirim surat permintaan bantuan air bersih ke BPBD.

Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan mengatakan, pihaknya sudah memberi bantuan air bersih di desa Bolangat.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved