VIDEO: Jadi Tempat Pemujaan di Tengah Kota, Ini Fakta Watu Sumanti

Batu itu menandai pemukiman, namun bisa juga jadi tempat pemujaan. Kini, tempat pemujaan di tengah kota itu tetap ada yang mengunjungi.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lokasinya menyempil di antara permukiman warga yang padat di Kelurahan Tikala Ares Lingkungan 2.

Objek wisata Watu Sumanti ini seakan tersembunyi.

Sedikitnya ada 16 batu atau menhir dengan ukuran bervariasi tegak berdiri. Ada juga beberapa batu pipih.

Batu itu hadir sebagai tanda pendirian desa atau tempat pemukiman baru.

Area sekitar batu itu adalah tanah lapang yang kemudian menjadi tempat pemukiman Wanua Ares, pemukiman pertama di kota Manado.

Dalam tradisi Minahasa, Watu Sumanti berasal dari kata watu (batu) dan santi (pedang). Artinya, batu tempat memainkan pedang.

Ya, batu itu menandai pemukiman, namun bisa juga jadi tempat pemujaan. Kini, tempat pemujaan di tengah kota itu tetap ada yang mengunjungi.

Warga setempat mengatakan, setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, banyak yang datang ke Watu Sumanti. Terkadang ada yang membawa sesajen.

Namun apa fakta sesungguhnya? Selain mewawancarai warga, kami mewawancari Ipak Fahriani dari Balai Arkeologi Sulut.

Sila tonton video di bawah ini:

Videografer: Ronald Moha
Videoeditor: Ronald Moha
Naskah: Edi Sukasah

Penulis: Edi Sukasah
Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved