G30S PKI

Soeharto Bentuk Kopkamtib Pasca G30S PKI: Menghukum Anggota Partai Komunis Tanpa Proses Pengadilan

Soeharto Bentuk Kopkamtib Pasca G30S PKI: Tangkap dan Hukum Anggota Partai Komunis Tanpa Proses Pengadilan

Soeharto Bentuk Kopkamtib Pasca G30S PKI: Menghukum Anggota Partai Komunis Tanpa Proses Pengadilan
Kolase pustry.blogspot.com/Instagram - jadoel.ig
Foro Soeharto dan Soekarno 

Seusai kejadian G30S, konflik yang berujung pembunuhan terjadi di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Salah satu alat militer dalam menumpas PKI di daerah-daerah adalah melalui Kopkamtib.

Kopkamtib memiliki kuasa yang besar dalam hukum untuk menangkap, menentukan tersangka, menggeledah.

Tak hanya itu, Kopkamtib dapat menyelidik, menuntut, dan menghukum orang-orang PKI dan atau orang-orang yang dicap PKI tanpa melalui proses pengadilan.

Berikut Tribunnewswiki.com himpun narasi sejarah dari beberapa sumber ke dalam satu artikel tentang Kopkamtib.

Pembentukan Kopkamtib

Masa setelah meletusnya peristiwa Gerakan 30 September 1965 / G30S 1965, adalah periode bertemunya dan konsolidasi di pihak Angkatan Darat.

Abdul Haris Nasution, yang selamat dalam peristiwa G30S mengalami luka dan dirundung duka setelah kehilangan putrinya, Ade Irma Suryani.

Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto kemudian tampil mengambil alih pucuk pemimpin Angkatan Darat.

Dua perwira penting yang mendukung langkah Soeharto adalah Panglima Komando Daerah Militer Jaya Mayor Jenderal Umar Wirahadikusumah dan Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), Kolonel Sarwo Edhie Wibowo.

Halaman
1234
Editor: Aldi
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved