G30S PKI

Cerita Putri Ahmad Yani Obati Luka Batin ke Desa 20 Tahun, Kini Berteman Anak Aidit Tokoh G30S PKI

Artinya, bulan ini bangsa Indonesia akan memperingati 54 tahun Gerakan 30 September PKI atau G30S PKI.

Cerita Putri Ahmad Yani Obati Luka Batin ke Desa 20 Tahun, Kini Berteman Anak Aidit Tokoh G30S PKI
(intisari)
Anak DN Aidit Ilham Aidit (kanan) dan putri Jendral Achmad Yani Amelia Yani (tengah) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - 30 September 1965 terjadi pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menewaskan 10 Perwira Militer Indonesia.

Artinya, bulan ini bangsa Indonesia akan memperingati 54 tahun Gerakan 30 September PKI atau G30S PKI.

10 Perwira TNI dan Polri Gugur dalam G30S PKI tersebut. Di antaranya, Jenderal Achmad Yani yang gugur dalam peristiwa kelam itu

G30S PKI ini telah melukai hati bangsa Indonesia, terutama keluarga para pahlawan revolusi itu. 

TribunManado.co.id pun melansir cerita putri Ahmad Yani dari Kompas.com saat mewawancarai Putri Ahmad Yani pada 2017 silam terkait peristiwa tersebut.

Berikut ceritanya:

Wartawan Kompas.com, Widianti Kamil, berada di Sarajevo untuk mewawancara anak Pahlawan Revolusi Jenderal Achmad Yani (sering ditulis Ahmad Yani), yaitu Amelia Achmad Yani. Amelia mengisahkan bagaimana ia berusaha mengobati luka batin. Ia sampai tinggal 20 tahun lebih di sebuah desa kecil, menepi dari keramaian kota.

Di desa sepi itulah ia baru bisa berdamai dengan keadaan. Perjalanan batinnya semakin kaya ketika ia mulai bertemu dengan para anggota keluarga keturunanPKI yang praktis berseberangan dengan kubu korban kekejaman PKI.

Sesulit apakah Amelia membawa lari dan berusaha menyembuhkan luka batinnya?

Seperti apa pertemuan Amelia dengan keluarga keturunan PKI? Simak tulisan di bawah ini. 

Amelia Achmad Yani dalam kegiatannya pada 30 September 2017 di tempat tinggalnya, Wisma Indonesia di Sarajevo, sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina.
Amelia Achmad Yani dalam kegiatannya pada 30 September 2017 di tempat tinggalnya, Wisma Indonesia di Sarajevo, sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina. (KOMPAS.com/ATI KAMIL)

Bagi Amelia Achmad Yani (67), September setiap tahun merupakan bulan yang mengingatkan ia kepada peristiwa lalu yang kelam bagi dirinya, keluarganya, dan bangsa Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Aldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved