Berita Terkini
Ancam Kena Azab, Oknum Polisi Rangkap Guru Ngaji Cabuli 5 Siswa SD, Polisi: Korban Disuruh Merancap
Brigpol AS melakukan aksinya itu dengan berbagai cara, mulai dari mengancam korban akan terkena azab.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Lima orang bocah sekolah dasar menjadi korban pencabulan dari seorang oknum polisi Brigpol AS ( 28).
Brigpol AS melakukan aksinya itu dengan berbagai cara, mulai dari mengancam korban akan terkena azab hingga mengajak fotokopi yang kemudian malah mampir ke hotel.
Dikutip TribunWow.com dari TribunKaltim.co, Rabu (18/9/2019), Kabid Humas Polda Kaltim AKB Adi Aryanto membeberkan modus yang dilakukan Brigpol AS kepada 5 bocah SD itu.
Brigpol AS yag bertugas di Yanma Polda Kaltim itu merayu para korban dengan berbagai iming-iming.
"Korbannya 5 orang, usianya 7 sampai 12 tahun. Status sekarang sudah ditahan. Ditetapkan tersangka," ujar Adi, Selasa (17/9/2019).
"Sementara dilakukan dengan bujuk rayu. Nanti kita dalami," ungkap Adi.
Baca: Kapolsek Minta Orang Tua Awasi Setiap Anak, Antisipasi Pencabulan di Wilayah Hukumnya
Baca: Isi Surat Cinta Kakek 61 Tahun Ungkap Adanya Pencabulan Terhadap Siswi SD : Buat Gadis Manisku
Baca: Kronologi Kakek 61 Tahun Cabuli Siswi SD, Penggalan Surat Cintanya: Memenjarakan dan Menawan Hatiku
Iming-iming Brigpol AS kepada para bocah itu di antaranya uang Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu.
"Ada iming-iming sejumlah uang. Bervariatif jumlahnya kepada korban," kata Adi.
Jika sampai korban tak mau melayani nafsu bejatnya, Brigpol AS juga mengancam menakuti korban akan terkena azab tujuh turunan.
Bahkan Brigpol AS juga mengancam memenjarakan orangtua korban jika korban tak mau mengikuti kemauannya.
Tindakan asusila Brigpol AS tak hanya dilakukan di rumahnya namun juga di hotel.
Brigpol AS pernah mengajak korban untuk fotokopi piagam.
Namun bukannya ke tempat fotokopi, Brigpol AS malah mampir ke hotel untuk mencabuli korban.
Adi menyebut Brigpol AS sedang diperiksa kejiwaannya oleh psikiater.
"Kita periksa kejiwaannya. Sepertinya ini kejadian yang kurang masuk akal," ujar Adi.