Breaking News:

Lifestyle

Diet Ternyata Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Tulang, Ini Penjelasan

Kesehatan tulang juga semakin menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini penting, terutama untuk perempuan

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak orang yang meyakini bahwa olahraga dan diet ketat adalah kombinasi yang tepat untuk menurunkan berat badan.

Namun kombinasi tersebut ternyata bisa berdampak buruk bagi tulang, berdasarkan hasil sebuah studi terbaru.

Kesehatan tulang juga semakin menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini penting, terutama untuk perempuan.

Berkurangnya kekuatan tulang bisa menimbulkan risiko fraktur alias keretakan tulang.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Bone and Mineral Research mengamati apa yang terjadi pada lemak sumsum tulang dan kesehatan tulang secara keseluruhan ketika kita membatasi asupan kalori.

Riset melibatkan empat kelompok tikus.

Baca: 7 Minuman Pengganti Kopi yang Bikin Mata Melek, dari Matcha tea Hingga Kombucha

Baca: 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan

Baca: 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh

Satu kelompok menerapkan pola makan normal, kelompok kedua membatasi asupan kalori, kelompok ketiga menerapkan pola makan normal dengan olahraga, dan kelompok keempat menerapkan pembatasan kalori dengan olahraga.

Tikus pada kelompok yang membatasi makanan mengkonsumsi makanan 30 persen lebih sedikit daripada asupan makan normal.

Penulis senior studi yang juga Associate Professor di University of North Carolina School of Medicine, Maya Styner menemukan kelompok tikus yang membatasi kalori berhasil menurunkan berat badan.

Namun terjadi juga peningkatan lemak sumsum tulang.

Halaman
123
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved