News

25 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Klabat Sulut Terbakar

"Kami menerima laporan adanya titik api di kaki gunung klabat atau kawasan hutan lindung kami pun segera bergerak menuju lokasi."

25 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Klabat Sulut Terbakar
TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL
Pendaki berpose dengan latar fenomena alam 'Shadow Triangle', yaitu bayangan segitia Gunung Klabat saat matahari terbit, dan langit tak berkabut. Foto diambil dari atas puncak I Gunung Klabat, puncak tertinggi Sulawesi Utara, di ketinggain 2.100 MDPL. (TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kemarau panjang disertai angin kencang mengancam ekosistem Gunung Klabat. Pada Minggu (15/9/2019), api sudah merembet masuk kawasan hutan lindung, dan membakar sekitar 25 hektare kawasan hutan.

"Kami menerima laporan adanya titik api di kaki gunung klabat atau kawasan hutan lindung kami pun segera bergerak menuju lokasi dan benar sejumlah titik api semakin membesar karena angin juga sangat kencang," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut Ir Jovieta Supit.

Lanjut Jovieta, eembusan angin kencang menyulitkan petugas pemadam kebakaran serta BPBD melakukan pemadaman. Sementara, titik api meluas dan membakar kurang lebih 25 ha kawasan hutan.

"Lokasi kebakaran Patar memang sulit diakses mobil damkar sehingga kami pun menggunakan alat seadanya kami pun dibantu Koramil, Camat Dimembe, dan masyarakat sekitar. Kami ingatkan warga agar lebih waspada dan tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar angin saat ini dan panas berkepanjangan sangat mendorong api meluas," kata dia.

Tak hanya di punggung Klabat, kebakaran lahan juga terjadi di dekat Perumahan Korpri, Talawaan, Minut. Api cepat membesar membakar lahan tepat di belakang pemukiman warga di Blok G.

Husen, warga setempat, melihat api yang sudah besar tapi tidak tahu dari mana asalnya. “Berawal dari mana saya tidak tahu," ucapnya.

Sementara itu, terdengar keributan dari anak-anak kecil warga perumahan yang mengatakan mereka melihat api dari arah pohon pisang.

"Tadi saya lihat dari pohon pisang. Kami sempat siram dengan air,” ujar seorang anak.

Sejumlah armada pemadam kebakaran didatangkan dari Kota Manado untuk membantu memadamkan api. (ana)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved