Berita di Manado
YouTuber Manado Renaldi Gilbert, Ogah Mengemis Subscribe, Awalnya Kena Marah Orangtua
Ia berani bilang, salah satu keunggulannya ialah keberanian memakai Bahasa Melayu Manado dalam semua videonya.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjadi YouTuber tentu tujuan akhirnya bagaimana meraih subscriber sebanyak-banyaknya.
Namun hal itu tak sepenuhnya berlaku bagi Renaldi Gilbert Lumonang. Pemilik akun YouTube Renaldigilbert ini 'ogah' mengemis subscriber dan 'like' di setiap videonya.
"Saya tak pernah bilang, jangan lupa di-like dan subscribe ya," kata Opo, sapaan Renaldi kepada Tribun Manado di Mantos 3, Sabtu (14/09/2019).
Ia percaya, konten kreatif dan berkualitas adalah kunci mendatangkan visitor.
"Untuk apa kita minta-minta tapi mereka tak mau. Jangankan subscribe, nonton saja tidak," kata lajang 24 tahun ini.
Ia berani bilang, salah satu keunggulannya ialah keberanian memakai Bahasa Melayu Manado dalam semua videonya.
"Sebab YouTuber lain rela pakai 'loe' dan 'gue'," katanya.
Videonya kerap mendapatkan banyak feedback dari Kawanua yang telah lama bermukim di luar negeri. Mereka memberi feedback di kolom komentar.
"Katanya, video saya mengobati rindu akan Manado," jelasnya.
Ada pula yang senang dengan videonya karena bisa belajar Bahasa Melayu Manado.
"Ada yang komen, meski saya kurang mengerti tapi saya ngakak," kata Opo yang kini memiliki 154 ribuan subscriber YouTube.
Ia puas sekaligus bangga. Meskipun kadang di videonya sedikit vulgar dan blak-blakan tapi tetap banyak yang menonton.
"Satu yang saya hindari, konten menyinggung SARA," kata dia.
Lalu, bagaimana ikhwal membuat video. Opo bilang kapan saja bisa. Bisa setelah melihat video-video amatir di YouTube dan Instagram.
Kadang juga ia terinspirasi dari meme di IG. Ada pula masukan sahabat dan kenalannya. Ada beberapa video karyanya berisi satir terhadap potret sosial.
"Banyak sekali akun IG spesialis meme yang mention saya di postingannya. Tujuannya agar meme itu bisa jadi bahan video atau di-review," katanya.
Soal durasi produksi video, Opo bilang relatif. Bisa hanya beberapa jam tapi bisa memakan beberapa hari. Ia biasanya 'shot' video jam 11 siang.
Setelahnya kumpul bahan dan editing. "Proses editing itu yang paling lama. Syukur saya hobinya memang edit video, bisa berhari-hari dalam kamar terus," katanya.
Apakah keluarga tidak protes dengan profesinya yang bagi sebagian kalangan dinilai aneh ini? Keluarganya sangat mendukung.
Memang, di awal orangtuanya marah. Tanpa kerja tapi cuma di kamar terus-terusan. Sekarang justru mereka mendukung.
"Kalau saya sedang shooting atau editing, mereka sudah paham," ujar Opo yang identik dengan kacamata hitam dalam video-videonya.(Fernando Lumowa)
#YouTuber Manado Renaldi Gilbert, Ogah Mengemis Subscriber, Awalnya Kena Marah Orangtua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renaldi-gilbert-lumonang.jpg)