Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liverpool Kontra Newcastle United: Menguji Kekompakan Salah-Mane

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp punya tugas tambahan saat timnya menjamu Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer Inggris

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Twitter @LFC
Ekspresi pelatih Liverpool, Juergen Klopp saat timnya kalah melawan Wolverhampton Wanderers pada laga babak ketiga Piala FA di Molineux Stadium, Selasa (8/1/2019) dini hari WIB. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp punya tugas tambahan saat timnya menjamu Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Anfield, Sabtu (14/9). Tidak hanya harus berusaha melanjutkan hasil sempurna di Liga Inggris musim ini, laga ini juga bakal jadi ajang pengujian, terutama kekompakkan Sadio Mane dan Mohammed Salah di lini serang Liverpool.

Baca: Tjahjo Sepakat Tambah Kursi Pimpinan MPR: Semua Fraksi Dapat Jatah

Salah dan Mane sempat bersitegang saat Liverpool menggilas Burnley 3-0 sebelum jeda internasional. Di laga itu Mane sempat terlihat sangat murka karena Salah yang sudah menjadi kawan bermainnya dalam dua musim terakhir, tidak mau mengoper bola kepadanya. Padahal, ia sudah berdiri bebas. Salah justru memaksakan untuk menendang bola, yang kemudian gagal menjadi gol.

Tak lama kemudian, Kloppp justru menarik keluar Mane, menggantinya dengan Divock Origi. Saat itulah pemain asal Senegal itu marah-marah di kursi ganti pemain karena tak terima dengan perilaku Salah. Dalam tayangan kamera, Klopp bahkan harus turun tangan untuk menenangkan mantan pemain Southampton itu.

Insiden kemarahan Mane itu kemudian mendapat banyak perhatian, salah satunya dari legenda Liverpool, Michael Owen. Menurut Owen, kemarahan yang ditunjukkan Mane adalah hal yang wajar sebagai seorang penyerang.

”Saya lihat laga itu dari televisi dan menilai bahwa seharusnya Salah memberikan umpan. Mereka harus punya kesepakatan siapa yang tidak egois dan siapa yang egois jika tidak, Anda tidak akan mencetak gol. Ketika Anda menjadi salah satu dari tiga penyerang dan mempunyai Firmino, penyerang yang paling tidak egois, ia akan memberi rasa nyaman pada semuanya,” kata Owen seperti dikutip Sky Sports.

Baca: Harga bakal Rokok Naik 35 Persen Mulai 1 Januari 2020

Klopp jelas harus bisa meredam situasi ini jika ia tidak mau kemarahan Mane kembali berlanjut dan membuat tim asuhannya kehilangan fokus saat menjamu Newcastle. Jika tidak, The Magpies, julukan Newcastle bisa saja memanfaatkan situasi tersebut untuk mencuri poin di Anfield.

”Ini bukan masalah besar, tapi tentu saja sebagai penyerang, Anda selalu menghadapi masalah ini. Apa yang Anda lakukan tergantung pada situasi. Saya harus meredam masalah ini dan saya yakin tidak ada yang membahas hal ini lagi,” tegas Klopp seperti dikutip Liverpool Echo.

Di sisi lain, Newcastle tentu ingin memancing emosi Mane demi usaha mencuri poin seraya mendongkrak posisi mereka di papan klasemen setelah sempat ditahan tamunya Watford 1-1 pada laga terakhir. Itu jelas tidak mudah, walau tak tak mustahil juga. Tiga tahun lalu Rafael Benitez pernah melakukannya. Ia membawa Jamal Lascelles dkk mencuri poin di Anfield setelah kedua tim bermain imbang 2-2.

Hanya saja ketika itu Klopp belum memiliki Mane dan Salah di timnya.Termasuk Virgil van Dijk, bek yang digadang-gadang bakal menjadi Pemain Terbaik FIFA 2019. Menurut bek asal Belanda itu, ia dan rekan-rekannya bertekad memenangkan setiap laga demi tetap berada di puncak klasemen Liga Inggris.

Apalagi, jadwal sangat padat bakal dirasakan oleh The Reds karena bakal menjalani tujuh laga kompetitif dalam rentang waktu hanya 22 hari, sebelum jeda internasional pada Oktober 2019.

Baca: Jokowi Setuju KPK Bisa Hentikan Penyidikan: Penyadapan Izin Dewan Pengawasan

”Kami ingin terus berjalan - dan kami ingin memenangkan setiap pertandingan yang ada di depan kami sekarang. Ada tujuh pertandingan sebelum jeda internasional berikutnya. Jadi, tujuh kemenangan adalah target,” kata Van Dijk dikutip laman resmi Liverpool.

Live On

Mola TV

Sabtu (14/9) Pukul 18:30 WIB/19:30 WITA

 

============

Di atas kertas Liverpool memang diunggulkan karena bermain di depan pendukungnya sendiri di Stadion Anfield. Namun di sisi lain, Anfield juga menjadi tempat yang emosional bagi pelatih Newcastle, Steve Bruce.

Dia akan kembali mengenang bagaimana para suporter Liverpool bernyanyi; ’Steve Bruce punya kepala besar dan gemuk’ pada lawatan terakhirnya ke Anfield semasa menjadi arsitek Hull City pada 2014 silam.

Semasa menjadi pemain Manchester United pada 1994 silam, Bruce bisa memanfaatkan kepalanya yang besar dan badannya yang gemuk itu untuk mencetak gol pembuka dalam laga antara MU melawan Liverpool yang berakhir dengan skor imbang 3-3.

”Hari itu hujan dan setelah 20 tahun berada di sana, saya pikir saya harus mengenakan kerudung untuk menutupi kepala saya. Tetapi ada tepuk tangan yang sangat meriah di tempat itu dan sekarang saya akan melakukannya lagi pada pertandingan nanti,” kenang Bruce yang membawa Newcastle bercokol di papan bawah dengan empat poin, tertinggal delapan angka dari Liverpool di pucuk klasemen.

Bruce di pertandingan ini sudah bisa memainkan striker baru rasa lama, Andy Carroll, yang juga merupakan mantan pemain Liverpool. Striker yang direkrut dari West Ham United itu kabarnya sudah siap bermain setelah menjalani masa pemulihan pasca-operasi pergelangan kaki pada April 2019 silam.

Persuaan Carroll dengan eks klubnya bakal jadi catatan tersendiri, kendati kemungkinan ia turun sebagai pemain pengganti. ”Andy Carroll terus bekerja keras untuk mencapai level kebugaran terbaiknya kembali menjelang pertandingan The Magpies dengan mantan klubnya [Liverpool],” tulis pengumuman di laman resmi Newcastle. (tribunnews/dod)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved