BJ Habibie Meninggal

Cerita Menakjubkan Kavling 120 TMP Kalibata, Tempat Peristirahatan Terakhir BJ Habibie, Ini Kisahnya

Bersampingan dengan Ainun Habibie, makam BJ Habibie ada di Kavling 120 TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

FOTO: Kolase via Pareparekota.go.id/via Tribunnews
Makam BJ Habibie.123 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita menakjubkan di balik Kavling 120 TMP Kalibata yang menjadi tempat peristirahatan mendiang Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.

Jasad BJ Habibie disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan pada Kamis (12/9/2019).

BJ Habibie kebumikan tepat di samping pusara istrinya tercinta, Hasri Ainun Habibie.

Di mana, hal tersebut adalah permintaan dari BJ Habibie sendiri yang menyatakan jika kelak dirinya meninggal dia ingin di makam akan bersebelahan dengan makam istrinya, Ainun Habibie.

Kabar kepergian BJ Habibie menjadi duka bagi seluruh warga Indonesia.

Pada Kamis (11/9/2019) pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan ini menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Ibu-Ibu dan Sejumlah Pria Berebut Foto di Makam BJ Habibie
Ibu-Ibu dan Sejumlah Pria Berebut Foto di Makam BJ Habibie ((Warta Kota/Feryanto Hadi))

BJ Habibie meninggal dunia di usianya yang menginjak 83 tahun.

Presiden ketiga Republik Indonesia ini meninggal karena penyakit yang dia derita.

Bersampingan dengan Ainun Habibie, makam BJ Habibie ada di Kavling 120 TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

Sempat merasa takut akan kematian, BJ Habibie telah merubah persepsinya itu sejak kematian sang istri tercinta.

Dia menanti-nanti perpisahannya dengan dunia dan perjumpaannya dengan sang istri.

Kecintaan itu dibuktikan dengan permintaan terakhirnya yang ingin memiliki makam yang berdampingan dengan Ainun.

Jauh sebelum dia menutup mata, Habibie telah memesan kavling untuk dirinya di samping makam Ainun.

Presiden RI ketiga BJ Habibie berdoa saat berziarah di makam istrinya Ainun Habibie, di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2013). Presiden sekaligus ilmuwan kebanggaan Indonesia BJ Habibie wafat pada Rabu 11 September 2019 dalam usia 83 tahun.
Presiden RI ketiga BJ Habibie berdoa saat berziarah di makam istrinya Ainun Habibie, di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2013). Presiden sekaligus ilmuwan kebanggaan Indonesia BJ Habibie wafat pada Rabu 11 September 2019 dalam usia 83 tahun. (Warta Kota/adhy kelana/kla)

"Saya tahu dia (Ainun) di kavling 121 di TMP Kalibata. Di Kavling 120 kosong, (itu) tempat saya nanti," ucap BJ Habibie pada 2016 silam, dikutip GridHype dari Kompas.com.

Permintaan itu akhirnya terpenuhi, dan keduanya bisa beristirahat dengan tenang dan tetap berdampingan.

Trending Topik:

Baca: Inilah Sosok Pengganti BJ Habibie dalam Bidang Dirgantara, Muda Berbakat, Pewaris Faktor Habibie

Baca: PROFIL BJ Habibie: Silsilah Keluarga, Karya Terbaik, Kisah Cinta hingga Jadi Presiden RI Ke-3

Baca: Raymond Hartanto, Adik Boy William Meninggal Dunia: Dia Masih Hidup di Hati Kita, Dia Hidup Terus!

Ada kisah menarik dari prosesi penggalian kubur dari teknokrat kebanggaan Tanah Air ini.

Cerita tersebut dituturkan langsung oleh petugas penggali makam TMP Kalibata, Saudi (37).

Saudi adalah salah satu penggali makam yang bertugas untuk menggali makam mantan orang nomor satu di Indonesia itu.

Dilansir dari Grid.ID yang mengutip Tribun Jakarta, Saudi yang rupanya mengidolakan BJ Habibie mengaku tak menemui hambatan apapun saat menggali makam.

Inilah Pengakuan para penggali kubur makam BJ Habibie di TMP Kalibata. Mereka tidak menemui kesulitan apapun
Inilah Pengakuan para penggali kubur makam BJ Habibie di TMP Kalibata. Mereka tidak menemui kesulitan apapun (kolase tribunnews)

Saudi dan kesembilan rekannya bahkan terkesan akan kecepatan mereka menggali liang lahat itu .

Pasalnya dia dan teman-temannya hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 jam untuk menggali kubur teknokrat itu.

Saudi mengungkap jika tanah kubur yang dia gali sangat empuk (gembur).

Bahkan dia tak menemukan bebatuan atau hal apapun yang menghambat jalannya penggalian.

"Alhamdulillah tidak ada kendala. Tanahnya bagus lah. Enggak ada batu atau apa. Alhamdulillah," ungkap Saudi.

Bagi Saudi, sosok Habibie yang dia idolakan adalah seorang yang ramah dan murah senyum.

Keramahan itu dibuktikan dengan kemauan Habibie untuk berfoto dengan Saudi dan teman-temannya yang sesama penggali kubur.

"Beliau sangat ramah. Saya alhamdulilah pernah foto bersama beliau," pungkas Saudi.

(*)

Baca: Sejarah Tragedi 11 September WTC dan 7 Misteri Tentangnya

Baca: Sejarah Tragedi 11 September WTC dan 7 Misteri Tentangnya

Baca: Sejarah Bandara DC Saudale, Pembangunan Secara Swadaya oleh Masyarakat, Dibawah Pimpinan Orang Ini

Editor: Frandi Piring
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved