Capim KPK

Anggota Pansel Capim KPK Hendardi Nilai Ada Upaya Pembunuhan Karakter Terhadap Irjen Firli

"Saya melihatnya tindakan ini sebagai upaya membunuh karakter seseorang," kata Hendardi, ketika dikonfirmasi, Kamis (12/9/2019).

Tribunnews
Kadivhumas Polri Irjen Pol M Iqbal (kiri) bersama Anggota TGPF Hendardi (kedua kiri) memberikan keterangan saat merilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam keterangannya TGPF kasus Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mendalami sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang pernah ditangani penyidik KPK tersebut serta membentuk tim teknis lapangan untuk melanjutkan hasil kerja TGPF. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seleksi calon pimpinan KPK kian menarik untuk diikuti pada detik-detik jelang DPR melakukan Uji Kelayakan dan kepatutan.

Anggota Pansel Capim KPK, Hendardi, menilai tindakan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Dewan Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari yang menggelar konferensi pers dan menyatakan Irjen Firli melakukan pelanggaran etik berat, sebagai pembunuhan karakter.

"Saya melihatnya tindakan ini sebagai upaya membunuh karakter seseorang," kata Hendardi, ketika dikonfirmasi, Kamis (12/9/2019).

Pernyataan itu bukan tanpa alasan, pasalnya Hendardi menilai Pansel Capim KPK sudah pernah menanyakan perihal prosedur pengambilan keputusan terkait pelanggaran kode etik kepada lembaga antirasuah tersebut.

"Kami tanya Pengawasan Internal KPK. Prosedurnya kalau ada internal KPK diduga bersalah harus sampai sidang.

Yang menyidangkan itu Komisioner KPK, Wadah Pegawai dan Pengawasan Internal.

Baca: Perankan BJ Habibie Muda, Ini Kedekatan Reza Rahadian dan Presiden Ketiga RI Ini

Baca: Inilah Sosok Pengganti BJ Habibie dalam Bidang Dirgantara, Muda Berbakat, Pewaris Faktor Habibie

Baca: VIRAL Pria Mirip Pemain Film Yesus Datang ke Minahasa, Berdoa di Watu Pinawetengan: Kita Diberkati

FOLLOW FACEBOOK TRIBUN MANADO

Itu tak pernah terjadi pada Firli, karena dia keburu ditarik Kapolri untuk bertugas ke Sumsel,” ungkapnya.

Oleh karena tidak pernah adanya sidang dugaan pelanggaran etik itu, Hendardi menilai seharusnya Saut cs tidak boleh menyimpulkan Firli bersalah dan melanggar etik.

Apalagi menurutnya, dugaan pelanggaran etik itu sudah dikonfirmasi langsung kepada jenderal bintang dua tersebut dan dilontarkan saat tahap seleksi wawancara serta uji publik.

Halaman
12
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved