Sejarah 11 September

Kisah Tak Terungkap di Balik Tragedi 11 September

Masih lekat dalam ingatan, apa yang terjadi di Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001.

Kisah Tak Terungkap di Balik Tragedi 11 September
google.com dan Istimewa via Kompas
Peta dan foto terjadinya persitiwa 11 September 

Pada pukul 8:45 pagi, Rob Herzog biasanya sudah berada di kantor Marsh & McLennan di lantai 96 North Tower WTC. Pada waktu itu, ia bekerja sebagai wakil presiden operasi di perusahaan tersebut.

Tetapi dalam perjalanannya ke kantor, dia berhenti di sebuah kantor pos dekat apartemen Upper West Side.

Kemudian dia naik kereta bawah tanah lokal ke selatan dan mencoba untuk pindah ke stasiun di 59th Street.

"Saya mencoba beralih ke kereta ekspres A. Tapi saat itu kereta sangat ramai. Saya merasa sesak napas dan akhirnya kembali menggunakan kereta lokal," ucap Herzog.

Keputusannya untuk berganti kereta membuat Herzog terlambat lima menit ke kantornya. Ketika itu, sebuah pesawat Boeing 767 telah menabrak gedung tempatnya bekerja.

Kelompok keluarga dan pendukung korban serangan teroris 11 September 2001 memprotes larangan migrasi oleh Presiden AS Donald Trump, di New York, 16 Febaruari 2017.

Sport dan Kesehatan

Baca: Tumbangkan Bitung, Tim Futsal Mitra Melaju ke Semifinal

Baca: Insomnia Bisa Disebabkan Gangguan Perilaku yang Dialami di Usia Anak-anak

Baca: Paris Saint-Germain Rencanakan Melepas Neymar pada Januari 2020

Cerita di balik foto Falling Man

Tragedi 9/11 pagi itu banyak menyisakan cerita misteri. Bahkan dalam kejadian itu, fotografer Richard Drew yang kemudian mengambil gambar serangan memotret seorang pria pria yang jatuh dan melewati gedung menuju ke tanah.

Melansir laman Time, foto itu diterbitkan di surat kabar di seluruh Amerika Serikat pada hari-hari setelah serangan dan menjadi salah satu gambar peringatan tragedi.

Hingga bertahun-tahun setelah tragedi itu, identitas pria dalam foto yang dijuluki Falling Man itu belum menemukan titik terang.

Meski begitu, belakangan pria yang terpotret dalam foto tersebut diyakini merupakan karyawan di restoran Windows on the World yang berada di puncak North Tower.

Pramugari yang membantu mengidentifikasi para pembajak

American Airlines Penerbangan 11 adalah pesawat pertama yang dibajak pada pagi hari 11 September 2001.

Setelah para pembajak mengambil kendali atas pesawat sekitar pukul 8:15 pagi, pramugari Betty Ong dan Madeline Amy Sweeney berhasil menghubungi maskapai.

Kala itu, Ong menggambarkan situasi di dalam pesawat sementara Sweeney menyampaikan di mana para pembajak telah duduk.

Menurut artikel yang diterbitkan New York Times, Ong menelepon pusat reservasi maskapai dengan Airfone yang tersedia di pesawat.

Dia saat itu menghubungi agen reservasi Nydia Gonzales dan mengatakan bahwa pilot beserta kopilot di dalam kokpit tidak dapat dihubungi.

Ia juga menyampaikan bahwa dua awak kabin di kelas bisnis ditusuk. Satu awak dalam kondisi kritis, sementara lainnya meninggal dunia.

Nydia kemudian menyampaikan informasi yang diterimanya kepada pusat kendali krisis American Airlines. Ong juga memberikan informasi terkait para pelaku.

Menurutnya, pembajak pesawat adalah penumpang yang berada di kursi 2A dan 2B.

Setelah menyampaikan kondisi di dalam pesawat, Nydia mengatakan bahwa dia tidak lagi mendengar suara Ong.

Selain Ong, pramugari lainnya, Sweeney menghubungi manajernya di Boston.

Menurut The Telegraph, Sweeney melaporkan kejadian penusukan dan melihat adanya air serta bangunan. Belakangan diketahui, air yang dimaksud Sweeney adalah Sungai Hudson.

Para pramugari tetap melakukan panggilan sampai pesawat hampir menabrak North Tower WTC pada pukul 8:46 pagi.

Peta serangan 11 September
Peta serangan 11 September (Istimewa via Kompas.com)

Kehilangan ratusan pegawai

Peristiwa 9/11 terjadi di salah satu pusat perkantoran dan bisnis paling sibuk di dunia.

Tentunya, kejadian ini menyisakan luka bukan hanya bagi para korban dan anggota keluarga, namun juga untuk perusahaan yang saat itu kehilangan banyak pegawai.

Dari berbagai sumber, saat itu, setidaknya ada tiga perusahaan kehilangan ratusan pegawai, antara lain:

Marsh & McLennan

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa asuransi ini kehilangan 295 orang karyawannya. Tak hanya itu, perusahaan juga kehilangan 63 orang konsultan yang saat itu sedang berada di dalam kantor.

Mengutip situs perusahaan, seluruh pegawai yang masuk pada hari itu menjadi korban tewas. Ini karena posisi kantor Marsh & Lemman berada di North Tower tepatnya di lantai 93-100.

Aon Corporation

Saat kejadian, Aon Corporation menempati lantai 92 dan lantai 98-105 di South Tower WTC. alam peristiwa tersebut, sebanyak 176 pegawai Aon tewas, termasuk wakil direktur utamanya, yakni Kevin Cosgrove.

Saat itu, Cosgrove menjadi orang yang menghubungi layanan telepon darurat 911 ketika mengetahui bahwa gedung akan runtuh. Namun sayang, panggilan tersebut harus berakhir dengan teriakan Cosgrove saat bangunan mulai runtuh tepat pada pukul 09.59 pagi.

Cantor Fitzgerald

Perusahaan ini bergerak di bidang jasa keuangan yang memfokuskan diri pada ekuitas institusional serta jual-beli obligasi fixed income.

Mengutip situs BBC, perusahaan yang didirikan pada tahun 1945 tersebut saat kejadian berkantor di North Tower WTC lantai 101-105.

Dalam kejadian nass itu, Cantor Fitzgerald kehilangan 658 orang pegawai atau sekitar 68 persen dari total jumlah karyawannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi 9/11 dan Kisah Tak Terungkap di Baliknya.

Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved