Editorial Tribun Manado: Tak Mudah Menjadi Wakil Rakyat

Tak mudah menjadi wakil rakyat. Mereka juga harus bergelut dalam peran sebagai kader partai politik, wakil daerah.

Editorial Tribun Manado: Tak Mudah Menjadi Wakil Rakyat
ISTIMEWA
Sebanyak 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara resmi dilantik periode 2019-2024, Senin (9/9/2019) di Gedung DPRD Sulut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mulai September ini para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) periode 2019-2024 di Sulawesi Utara mulai menjalani peran mereka. Status mereka sudah tercantum di nomenklatur lembaga yang mereka tempati, yakni sebagai wakil rakyat.

Tak mudah menjadi wakil rakyat. Mereka juga harus bergelut dalam peran sebagai kader partai politik, wakil daerah, wakil status primordial, sebagai anggota keluarga, pun sebagai seorang pribadi.

Tak heran, mereka yang baru saja menyelesaikan masa bakti 2014-2019 merasa masih banyak kekurangan dalam peran memperjuangkan suara rakyat sehingga perlu meminta maaf kepada rakyat yang mereka wakili.

Tak sedikit mereka yang berstatus wakil rakyat kembali menjadi wakil rakyat. Pun banyak yang belum pernah menyandang status itu kini harus berperan sebagai wakil rakyat. Keberadaan mereka karena banyak rakyat percaya mereka sanggup menjalani status itu, status yang diberi tambahan “Yang Terhormat”.

Dengan tambahan sebutan “yang terhormat” tersebut, status mereka menjadi lebih istimewa. Mereka bukan orang biasa, tapi juga bukan luar biasa. Yang pasti, mereka bukanlah rakyat kebanyakan karena privilese yang melekat dalam peran mereka yang dapat dikatakan dekat dengan kekuasaan.

Ya, mereka memang memiliki kekuasaan. Hak-hak yang melekat pada para wakil rakyat ini dapat mengimbangi kekuasaan eksekutif yang selama ini dianggap lebih tinggi. Dengan kewenangan menjalankan pengawasan, pembentukan peraturan, serta penganggaran, peran para wakil rakyat sungguh berpengaruh.

Hanya saja, pengaruh itu mungkin tak cukup kuat bila mereka berjuang sendiri-sendiri. Satu suara kebaikan wakil rakyat hanya akan menguap melawan banyak suara penentang. Pun tak cukup bila hanya satu fraksi yang berjuang sementara fraksi-fraksi lainnya menyuarakan pandangan yang berbeda.

Maka itu, mereka harus bersatu, berperan sebagai dewan yang kolektif, bukan berperan sebagai seorang wakil rakyat atau sebagai kader parpol, apalagi berperan sebagai seorang pribadi. Di sinilah tantangan mereka sebagai wakil rakyat karena kekuatan mereka ada pada kemampuan beradu argumen, bersuara untuk kepentingan banyak orang.

Maka itu, percuma rasanya bila kita memiliki wakil-wakil rakyat yang lebih banyak diam atau tidur atau bolos, tidak kritis, apalagi jarang ikut rapat.

Rakyat membutuhkan mereka untuk berpikir dan memperjuangkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Bila tak mampu menjalankan peran itu, berarti rakyat telah salah memilih orang atau mereka berhasil menipu para pemilihnya.

Selamat bertugas kepada para wakil rakyat baru. Rakyat sangat berharap pada kemampuan Anda memperjuangkan kesejahteraan banyak orang. Jadilah wakil-wakil yang berintegritas dan berkualitas. (*)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved