News

Restina Terbuai Janji Menjadi PNS, Padahal Sudah Bayar Uang Rp 70 Juta

Harapan Restina Pasanai menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan cara mudah pupus.

Restina Terbuai Janji Menjadi PNS, Padahal Sudah Bayar Uang Rp 70 Juta
TRIBUNMANADO/JUFRY MANTAK
Restina Terbuai Janji Menjadi PNS, Padahal Sudah Bayar Uang Rp 70 Juta 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Harapan Restina Pasanai menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan cara mudah pupus.

Perempuan warga Desa Mongkoinit Jaga II, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, tersebut bahkan harus meminta bantuan polisi karena sudah rugi Rp 70 juta.

Senin (9/9/2019), perempuan 43 tahun itu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado. Ia melaporkan IA alias Ismail, warga Desa Diat, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong.

Ismail adalah pria yang ia sebut sebagai pemberi janji palsu. Restina masih berharap uangnya kembali.

Uang sebanyak itu ia bayarkan kepada lelaki 30 tahun tersebut sebagai biaya untuk menjadi PNS. Tak hanya dia, ada juga temannya yang juga tertipu tapi tak melapor.

"Pada bulan Desember 2018 saya diajak oleh Ismail untuk menjadi PNS dengan syarat saya harus membayar uang sebesar Rp 70 juta," ujarnya kepada tribunmanado.co.id setelah melayangkan laporan.

Tergiur oleh tawaran Ismail yang keseharian bekerja disalah satu perusahan swasta, Restina tidak berpikir panjang lagi; ia mengiayakan tawaran dari tersangka.

"Jadi kami janjian bertemu di Tikala (Manado) untuk melakukan pembayaran yang diminta dia," kata dia.
Dalam pertemuan itu, ia langsung memberikan uang panjar sebesar Rp 40 juta. Keduanya sepakat, sisa pembayaran akan dituntaskan beberapa hari kemudian.

"Jadi ada dua kuitansi di tangan saya lengkap dengan tanda tangan Ismail di atas meterai. Bahkan ada teman saya juga yang jadi korban tapi takut untuk melapor," bebernya.

Restina sangat berharap menjadi PNS setelah melunasi ‘syarat’ tersebut. Namun, hari berganti hari, bulan berganti bulan, bahkan setelah berganti tahun, harapan itu belum juga terwujud. Restina pun merasa sudah tertipu.

"Dari bulan Februari 2019 saya meminta kembalikan uang saya, tapi tersangka banyak alasan. Dan sampai tadi saya telepon, dia belum memiliki uang untuk mengembalikan uang saya, sehingga saya buat laporan," katanya.
Setelah membuat laporan, Restina pun langsung diambil keterangannya oleh penyidik Polresta.

Kapolresta Manado Komisaris Besar Benny Bawensel melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Thommy Aruan menyebut polisi segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Laporan sudah di terima dan masih dalam proses penyidik," kata Thommy. (juf)

Tertipu Menjadi PNS

* Desember 2018 Ismail ajak Restina menjadi PNS
* Syaratnya harus bayar Rp 70 juta
* Bertemu di Manado, keduanya sepakat pembayaran dua kali
* Panjar pertama Rp 40 juta, sisanya beberapa hari kemudian
* Setiap pembayaran disertai kuitansi dan materai
* Lunas pembayaran, Restina tak juga jadi PNS
* Februari 2019, Restina meminta uangnya dikembalikan
* Uang tak dikembalikan, Restina melapor ke Polresta

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved