Lifestyle

Cara Agar Anak Tak Membenci Matematika

Matematika bisa diajarkan sejak anak usia dini, namun menurut Indra, bukanlah dalam bentuk calistung (membaca tulis dan hitung)

Cara Agar Anak Tak Membenci Matematika
google
Ilustrasi Belajar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Matematika menjadi pelajaran paling dibenci anak-anak.

Hal itu karena anak sekolah selalu kesulitan dengan soal matematika.

Anak melihat matematika sebagai sesuatu yang abstrak dan tidak relevan, yang sulit dimengerti.

Angka dan rumus tak dianggap sebagai hal yang menarik, itulah mengapa matematika menjadi momok.

Tak semenarik pelajaran sejarah, sains, atau subyek pelajaran lainnya.

"Matematika sebenarnya bukan sesuatu yang sulit, karena terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, kuncinya agar anak suka belajar matematika, harus dikaitkan dengan sesuatu yang kontekstual," kata pengamat pendidikan dan sains Indra Charismiadji.

Baca: 7 Minuman Pengganti Kopi yang Bikin Mata Melek, dari Matcha tea Hingga Kombucha

Baca: 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan

Baca: 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh

Ia memberikan contoh, jika diberikan soal satu pertiga dikurangi satu perenam, mungkin akan sulit.

"Tapi coba dari soal itu ditambahkan rupiah, pasti jadi cepat. Kalau dari awal anak-anak diajarkan sesuatu yang kontekstual, sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari, pasti akan lebih mudah," kata Indra.

Tunjukkan pada anak soal-soal matematika dalam skenario kehidupan sehari-hari, misalnya saat menghitung kembalian di toko atau menghitung pecahan saat menimbang bahan-bahan kue di dapur.

Matematika bisa diajarkan sejak anak usia dini, namun menurut Indra, bukanlah dalam bentuk calistung (membaca tulis dan hitung) yang sifatnya menghapal.

"Di usia balita, kecepatan anak menerima informasi belum terbentuk. Jadi, jangan mengajarkan simbol angka. Nanti setelah anak berusia di atas 6 tahun, baru kemampuan spasialnya untuk membaca simbol terbentuk," paparnya.

Ia mengatakan, anak yang terlalu dini diajarkan calistung dan simbol-simbol, kemampuan literasinya akan rendah karena anak hanya bisa membaca simbol.

"Mereka bisa membacanya, tapi belum tentu paham artinya. Lagi pula, anak-anak usia dini dunianya adalah bermain, jadi biarkan mereka puas bermain," katanya.

Anak-anak yang mengandalkan daya ingatnya saat belajar matematika tak akan mampu berpikir kreatif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Agar Anak Tak Benci Matematika", https://lifestyle.kompas.com/read/2019/09/09/123147020/agar-anak-tak-benci-matematika.

Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved