Agar Pemegang Saham Bisa Bertambah: Gelar Rights Issue demi Free Float

Rencana PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue

Agar Pemegang Saham Bisa Bertambah: Gelar Rights Issue demi Free Float
kontan.co.id
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rencana PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue sepertinya akan segera terlaksana. Emiten ini sejatinya telah memulai proses aksi korporasi ini sejak Juli 2019 lalu.

Untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, AirAsia telah memilih Sinarmas Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menyatakan, dalam waktu dekat Sinarmas Sekuritas akan mengurus aksi korporasi rights issue AirAsia. "Perolehan dana penerbitan saham baru ini mencapai Rp 4 triliun," jelas Kerry, pada pekan lalu.

Baca: Nakhoda-4 ABK Hanyut Terseret Arus: Begini Nasib Kru KM Leroy

Kerry mengatakan, dana segar hasil penerbitan saham baru ini sebagian akan digunakan sebagai modal kerja. Lalu sebagian lagi digunakan sebagai perpetual securities, seperti dalam rights issue pertama CMPP yang dilakukan pada 2017 lalu.

Dalam prospektus rights issue AirAsia pada 2017 silam, hasil dana HMETD sebelumnya mayoritas digunakan untuk mengambil alih secara inbreng perpetual securities Air Asia milik PT Fersindo Nusaperkasa dan AirAsia Investement Ltd. Akibatnya, daftar pihak pemegang saham CMPP berubah.

Menambah armada

Hingga akhir Agustus 2019, pemegang saham CMPP adalah Air Asia Investment Ltd sebanyak 49,25% dan PT Fersindo Nusaperkasa 49,16%. Sisanya dimiliki oleh publik sebanyak 1,59%.

Direktur Utama AirAsia Dendy Kurniawan belum bisa banyak berkomentar mengenai rencana rights issue. Sebelumnya, KONTAN menulis, rights issue akan dilakukan pada kuartal III-2019. Tapi hingga kini, prospektus rights issue masih diproses oleh penjamin pelaksana efek.

Dalam penjelasan manajemen kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Agustus 2019, perusahaan ini akan menggunakan laporan keuangan kuartal II-2019 sebagai dasar penilaian rights issue. Rencana penerbitan saham baru bagi CMPP menjadi hal yang penting.

Baca: Eks Ketua BEM Fisip Uncen Ditangkap di Bandara

Pasalnya, salah satu tujuannya adalah memenuhi Peraturan Bursa No 1-A, yakni meningkatkan saham yang beredar di publik minimal 7,5%. Saat ini, saham publik CMPP baru 1,59%. Sejak 5 Agustus 2019, saham CMPP juga disuspensi BEI lantaran belum memenuhi ketentuan jumlah saham publik.

Selain itu, dana hasil rights issue AirAsia juga dialokasikan untuk ekspansi bisnis. AirAsia akan menambah lima unit pesawat baru dan membuka rute baru. Dendy menyebut, lima pesawat ini akan didatangkan secara bertahap dengan cara sewa.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved