PB Djarum

Soal Pemberhentian Audisi PB Djarum, Ini Komentar Susy Susanti

Kisruh yang terjadi antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia membuat berbagai kalangan mulai angkat suara.

Soal Pemberhentian Audisi PB Djarum, Ini Komentar Susy Susanti
Internet
Susy Susanti 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisruh yang terjadi antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia membuat berbagai kalangan mulai angkat suara.

Kini giliran mantan pebulutangkis andalan Indoneia, Susy Susanti yang turut berkomentar.

KPI menuding PB Djarum telah melakukan tindakan eksploitasi anak lantara memangaatkan anak-anak untuk promosi merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

Yang palin disoroti KPAI terutama adalah soaal penggunaan brand Djarum pada kaos yang digunakan anak-anak yang berlaga dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis. 

Buntunya, PB Djarum akhirnya resmi menghentkan kegiatan Audisi Umum PB Djarum pada tahun depan.

Kepastian ini diperoleh dari rilis resmi Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, Sabtu (7/9/2019).

 "Tahun ini merupakan tahun perpisahan dari kami. Tahun depan event audisi ditiadakan," tutur Yoppy dalam konferensi pers yang kala itu diadakan di Hotel Aston Imperium, Purwokerto.

Baca: Kisah Ibu Tien, Alami Derita Batin saat G30S/PKI Terjadi, Jendral Diculik, Tommy Soeharto Masuk RS

Baca: Pilot Berpangkat Mayor dan Kapten Ini Meninggal Dunia Setelah Pesawat Menghantam Tanah dan Terbakar

Baca: Polisi Geledah Rumah Kontrakan Gadis Pemandu Lagu, Tak Sengaja Temukan Barang Ini

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama dari para pemerhati olahraga bulu tangkis Indonesia.

Salah satu tokoh yang ikut angkat bicara soal ini adalah legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti.

Susy, yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, menyayangkan keputusan yang dibuat oleh PB Djarum.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved