Tajuk Tamu

Indonesia Rumah Besar Kerukunan, Integrasi Nasional Tanpa Negosiasi

Semangat persatuan Nasional mulai terkoyak karena diawali dengan benturan kepentingan pada tiap momentum Pemilihan Umum.

Indonesia Rumah Besar Kerukunan, Integrasi Nasional Tanpa Negosiasi
Ist
Amas Mahmud, S.IP 

Penulis Amas Mahmud, Jurnalis Sulut

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagaimana memantapkan Indonesia sebagai Rumah Besar kerukunan?. Fakta yang tersaji sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945 godaan atas gangguan keamanan Nasional terus berdatangan. Tujuannya tak lain untuk mendisintegrasikan rakyat Indonesia.

Semangat persatuan Nasional mulai terkoyak karena diawali dengan benturan kepentingan pada tiap momentum Pemilihan Umum (Pemilu), sejatinya dinamika harus mampu dikendalikan, dikanalisasi dan bermuara memperkokoh persatuan.

Dimulai dari kesadaran kita untuk melakukan perubahan yang positif. Mulailah dari hal kecil, lalu diejawantahkan pada konteks yang luas seperti hidup rukun dalam keluarga, lingkungan, kemudian untuk bangsa dan Negara.

Kontrol pada kebebasan juga menjadi bagian penting untuk diperhatikan pemerintah dan elemen rakyat, jangan memberikan beban tanggung jawab tunggal pada satu pihak saja.

Setelah menyaksikan kondisi Indonesia usai Pemilu 2019, ada pergolakan yang intensitasnya meningkat.

Hal tersebut sebagai gejala sosial yang tentu ada latar belakang penyebabnya, jangan diabaikan, atau dipotret sekedar sebagai riak-riak biasa.

Contoh pengibaran bendera Bintang Kejora dan teriakan referendum di depan Istana Negara, kasus diskriminasi ras.

Praktek rasisme yang rupanya langgeng dan sebagian rakyat kita sebagai korbannya.

Realitas itu perlu diseriusi menjadi beranda dalam pembicaraan kita sebetulnya, agar usaha pemerintah mewujudkan kesetaraan dapat berjalan normal.

Halaman
1234
Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved