Berita Terkini

Genap Usia ke-70, SBY Minta Masyarakat Jangan Bangun Permusuhan: Bangun Rasa Persaudaraan

Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus menjalankan dua nilai fundamental demi merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

Genap Usia ke-70, SBY Minta Masyarakat Jangan Bangun Permusuhan: Bangun Rasa Persaudaraan
antara
SBY berpidato pada acara pembekalan caleg DPR RI Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono genap berusia ke-70.

Sejak istrinya Ani Yudhoyono divonis sakit kanker darah pada Februari 2019 lalu, SBY mulai meninggalkan kesibukannya sebagai ketua umum partai. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendampingi sang istri.

SBY pun memaknai pidato ini dengan nama "Pidato Kontemplasi".

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus menjalankan dua nilai fundamental demi merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dua nilai yang dimaksud, yakni kasih sayang dan persaudaraan.

"Tidak ada resep ajaib untuk merawat persatuan dan kerukunan. Kecuali secara sadar menjalankan dua nilai fundamental. Pertama kasih sayang, love, di antara kita dan bukan kebencian," ujar SBY dalam pidato di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/9/2019).

BERITA TERPOPULER: Polisi Geledah Rumah Kontrakan Gadis Pemandu Lagu, Tak Sengaja Temukan Barang Ini

BERITA TERPOPULER: Update WhatsApp - Cara Mengirim Pesan di WhatsApp dengan Perintah Suara, Simak Langkah-langkahnya

BERITA TERPOPULER: Pengakuan Mengejutkan Dari Wanita Cantik Ini, Katanya Video Menghancurkan Hidupnya

"Kedua, rasa persaudaraan, brotherhood yang kuat di antara kita sesama warga Indonesia. Bukan membangun permusuhan di antara masyarakat yang berbeda identitas," lanjut dia.

SBY menekankan, Indonesia merupakan negara majemuk dari sisi identitas. Mulai dari agama, paham, bahkan aliran politik dan strata ekonomi.

Dilihat secara historis, kemajemukan ini di satu sisi merupakan anugerah dan kekuatan. Namun pada sisi lain merupakan kerawanan, sumber konflik dan kelemahan bangsa.

Terlebih tahun-tahun terakhir di mana pesta demokrasi diselenggarakan.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved